Mohon tunggu...
Mahfudz Tejani
Mahfudz Tejani Mohon Tunggu... Bapak 2 anak yang terdampar di Kuala Lumpur

Seorang yang Nasionalis, Saat ini sedang mencari tujuan hidup di Kuli Batu Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Pernah bermimpi hidup dalam sebuah negara ybernama Nusantara. Dan juga sering meluahkan rasa di : www.mahfudztejani.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Jangan Berikan Password Saat Masih Pacaran

15 Juni 2020   16:17 Diperbarui: 15 Juni 2020   16:13 23 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Berikan Password Saat Masih Pacaran
medium.com

Seberapa dekat Anda dengan pasangannya, harus mempunyai ruang pribadi sendiri. Ruang dimana, hanya Anda yang mengetahui dan menyimpannya rapat-rapat. Ruang dimana rahasia pribadi tersimpan, ada batasan berinteraksi dengan siapapun.

Banyak kasus terjadi, masih dalam tahap pengenalan karakter (pacaran) saja, sudah ingin mengetahui lebih lanjut ruang pribadi yang lain. Contohnya meminta kata kunci/password akun semua media sosialnya. Bahkan sampai meminta kata kunci gawai/gajet Masing-masing.

Alasannya demi keterbukaan antara satu sama lain. Kemudian memberikan alasan, bahwa ini semua untuk membuktikan rasa saling percaya   dan setia. Konon, apabila saling mencintai harus ada keterbukaan, saling percaya dan saling setia.

Saya sepakat sekali, bahwa keterbukaan, saling percaya dan setia, adalah unsur untuk menguatkan sebuah perhubungan. Tapi jangan sampai ruang pribadi dicerobohi, oleh seseorang yang masih dalam tahap pengenalan karakter Masing-masing.

Logikanya, masih dalam fase pengenalan diri saja sudah ekstra proteksi. Masih dalam permulaan sebuah hubungan, sudah menuntut hal yang demikian. Yakinlah, itu bukan sebuah keterbukaan, tapi sebuah bibit ketidakpercayaan. Itu bukan tanda kesetiaan, tapi sebuah bibit kecemburuan.

Andaikata perhubungan berkelanjutan pada fase selanjutnya, Anda akan diperlakukan ekstra proteksi. Gerak-gerik Anda akan dipantau terus. Kalau perlu pergerakan Anda, akan dipantau terus melalui GPS atau CCTV. Karena bibit ketidakpercayaan dan kecemburuan, sudah dipelihara di awal perhubungan.

Tapi, bagaimana andaikata hubungan Anda berhenti setengah jalan? Bagaimana nasib dengan akun-akun media sosial Anda, dimana sang pasangan mengetahui kata kuncinya.

Suatu keberuntungan yang nyata, andaikan akun-akun Anda itu selamat dan tidak disalahgunakan. Kemudian setelah itu, Anda masih sempat merubah kata kunci dan akses konfirmasi akun tersebut. 

Bagaimana pula, kalau mereka yang Anda percayai, kemudian menyalahgunakannya. Serta dipakai untuk hal-hal yang memudharatkan serta memalukan Anda.

Penyesalan Anda sudah tiada artinya. Ratapan tangis Anda tiada gunanya lagi. Untuk itu, sebelum hal ini terjadi, ada baiknya tidak memberikan kata kunci kepada pasangan kita. Kalau Dia tulus mencintai Anda, Dia akan menerima anda dengan penuh kepercayaan. Akan menjaga Anda dengan ketulusan, tanpa kecemburuan yang berlebihan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x