Mohon tunggu...
Mahestha Rastha A
Mahestha Rastha A Mohon Tunggu... Writer - Teacher - Motivator - Public Speaker - Content Creator - Businessman

Nama Lengkap: Mahestha Rastha Andaara, S.Pd | Aktivitas saat ini mengajar IPA di SMPIT AR-RAHMAN, mengajar di Bimbel MATRIKS, mengurus komunitas menulis @sekolahmenulisindonesia, mengurus penerbitan @penerbitsmi, menulis buku, membaca literatur, dakwah, dan mengurus akun YouTube Mahestha Rastha.| Berikut beberapa buku saya yang sudah terbit: 1. Untukmu Para Pejuang Mimpi (2017) 2. Stop Talking and Start Hijrah (2018) 3. Tak Kenal, maka Tak Dakwah (2019) 4. Stop Talking and Start Hijrah International Version (2019) 5. Menjadi Umat Islam Abad 21 (2020) Buku bisa didapatkan di toko buku seluruh Indonesia. Selain itu, bisa juga hubungi penulis langsung untuk mendapatkan buku + TTD + Quotes

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Naskah Kamu Ditolak Penerbit? Jangan Sedih Dulu, Saya Ada Solusi!

4 Maret 2021   15:41 Diperbarui: 7 Maret 2021   08:10 1040 12 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Naskah Kamu Ditolak Penerbit? Jangan Sedih Dulu, Saya Ada Solusi!
Sumber gambar: pixabay.com

Sepertinya saya cocok sekali membuat tulisan  ini. Walau sebagian besar buku saya sudah diterbitkan penerbit besar (penerbit mayor), tapi sejujurnya ... sampai sekarang pun saya masih ditolak oleh penerbit mayor. Kalau saya hitung sejak pertama kali saya memulai menulis (tahun 2017), alhamdulillah sudah 28 penerbit mayor menolak saya, hehe.

Awalnya memang saya drop. Apakah tulisan saya sejelek itu hingga ditolak terus oleh penerbit. Tapi, semakin ke sini saya semakin sadar bahwa tidak semua naskah yang ditolak oleh penerbit itu karena jelek, tapi ada alasan lain yang akan saya informasikan ke kamu semua. Semoga setelah membaca tulisan ini, kamu punya mindset yang lebih positif terhadap hasil karya yang sudah kamu miliki sekarang. 

Di sini saya akan coba memberikan empat mindset ke teman-teman semua agar tidak terlalu fokus pada "Bagaimana agar naskah saya bisa tembus penerbit mayor." 

MINDSET PERTAMA yang ingin saya garisbawahi adalah tembus penerbit mayor hanya salah satu jalan dalam menulis.

Sekalipun buku kamu tembus penerbit mayor (penerbit besar), jangan bahagia dulu. Buku kamu belum tentu laku. Banyak loh buku-buku di toko buku yang tidak laku dan akhirnya masuk ke gudang. Bahkan biasanya, buku-buku terbitan penerbit besar, tidak akan dicetak ulang lagi jika dalam jangka waktu satu tahun tidak habis di toko buku. Akhirnya, di masa depan buku kamu akan sulit dicari. Karena hanya dicetak 1500-2000 eksemplar saja.

Sebaliknya, banyak buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit indie, tapi laku di pasar. Loh kok bisa? Karena ini bukan tentang apa nama dan jenis penerbitnya, tapi tentang bagaimana memasarkan buku kita di pasar.

Buku bagus, kalau marketing-nya jelek, buku itu akan sulit untuk laku di pasar. Paling, faktor luck saja jika ada pembeli yang ingin membeli bukunya yang tak sengaja melihat di rak buku. Dan buku biasa, kalau marketing-nya bagus, itu punya peluang best seller. Saya termasuk penulis yang sering ke toko buku. Di sana banyak sekali buku best seller yang kalau saya lihat isinya, sebenarnya biasa saja dan tidak ada yang spesial. Dari sana saya bisa ambil kesimpulan bahwa, buku tersebut bisa best seller karena beberapa kemungkinan,

Pertama, marketing-nya bagus

Kedua, penulisnya sudah terkenal

Ketiga, penulisnya selebram

Keempat, naskahnya dari wattpad atau di platform lain sudah dibaca berjuta viewers.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN