Mohon tunggu...
Mahadharu Ashifaati Ashfan
Mahadharu Ashifaati Ashfan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Menulislah maka karya karyamu akan dilihat dunia dan kamu akan abadi

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Kaya Raya Dengan Budidaya Udang Vaname

8 Agustus 2021   17:28 Diperbarui: 8 Agustus 2021   17:36 375 4 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kaya Raya Dengan Budidaya Udang Vaname
Sumber : Dokumentasi Pribadi, Tambak Udang Vaname di Probolinggo Jawa Timur.

Probolinggo- Yang kita ketahui, perairan laut di Indonesia lebih luas dari daratan. Hal inilah memberikan peluang bisnis dalam sector perikanan khususnya udang vaname yang sangat menjanjikan di tanah air. Budidaya udang vaname di Indonesia tepatnya di Probolinggo, Jawa Timur sudah digemari masyarakat sekitar karena memang bisa menjadi peluang usaha bagi para millennials atau bahkan pemula yang ingin terjun ke dunia bisnis.

Udang vanamei sendiri sudah menjadi salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi, bahkan bisa menghasilkan omset milyaran rupiah jika dikelola dalam skala yang cukup besar. Maka tak heran jika banyak masayarakat yang tertarik untuk menjalankan usaha budidaya udang vaname, termasuk ekspor.

Mahadharu Ashifaati Ashfan, Owner Tambak Udang Probolinggo, Sabtu (07/08/21) mengatakan Budidaya udang vaname sangat menjanjikan karena pasar ekspor dan untuk panennya tidak membutuhkan waktu yang lama cukup kurang lebih 3 bulan dalam satu siklus.

“Iya memang budidaya udang vaname sangat menjanjikan, karena komoditas ekspor dengan pasar tujuan Jepang, Amerika dan Eropa. Apalagi Indonesia kan menjadi negara pengekspor terbesar di dunia untuk komoditas udang vaname ini, dengan volume ekspor yang terus bertambah dan juga menariknya budidaya udang itu panennya cepat cukup 2-3 bulan. Jadi setiap tahun bisa panen 2 kali” Kata Mahadharu, Mahasiswa aktif Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya angkatan 2018.

Mahadharu menuturkan, budidaya udang vaname itu modalnya cukup besar sesuai dengan luasan tambak selain itu masalah masalah seperti penyakit harus dipahami juga karena faktor pada kegagalan budidaya udang yaitu masalah penyakit.

“Jadi untuk modal sendiri itu besar, yang dimana kita harus menyediakan tanah untuk kolam, biaya listrik untuk kincir, pakan, gaji karyawan dan peralatan investasi lainnya yang menunjang budidaya. Ditambak kami sendiri itu luas tambaknya 5000/m2 atau setengah hectare untuk satu kolamnya dengan tebar benih 500.000 ekor. Jadi bisa menghasilkan 30 ton lebih udang sekali panen seluruh kolam. Untuk permasalahan di tambak kami itu biasanya penyakit seperti Berak putih, Myo,Taura dan lain lain.” kata Mahadharu.

Sumber : Dokumentasi Pribadi
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Lanjut Mahadharu, jadi kesibukan saya selama ini selain kuliah dan mengikuti organisasi adalah berbudidaya udang vaname. Jadi saya harus pintar pintar memanajemen waktu juga harus ada yang diprioritaskan ketika kesibukan saya bentrok

“Saya ini hidup di 3 alam, alam perkuliahan, organisasi dan per-vanameian hehehe. Saya pernah bentrok kesibukannya ketika saya lagi asyik asyik mengontrol udang gitu tiba tiba ada pesan di grup line bahwa ada kelas mendadak, jadi saya lebih memprioritaskan kuliah dan untuk budidaya udang sendiri sudah ada teknisinya dan karyawan yang menghandel. Selain itu mengikuti organisasi juga penting untuk melatih saya dalam pemecahan masalah (problem solving), berdinamika forum, leadership, berpikir kritis dan lain lain itu semua saya dapatkan di organisasi eksternal yaitu Himpunan Mahasiswa Islam” kata Mahadharu.

Mohon tunggu...
Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan