Mohon tunggu...
Mohamad AB
Mohamad AB Mohon Tunggu... Penulis - Karyawan

Menulis untuk bertutur kata...

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Vaksin Covid-19, Kupas Tuntas Bersama Prof Dr apt Zullies dan Ir Nanung dalam Webinar STIKes Ibnu Sina Ajibarang

28 Februari 2021   21:17 Diperbarui: 2 Maret 2021   20:52 579
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Webinar STIKes Ibnu Sina Ajibarang,25/2/2021 /Dokpri

BAGAIMANA CARA KERJA VAKSIN? Dijelaskan untuk Memicu sel-sel imun tubuh menghasilkan. antibody terhadap virus COVID (SARSCoV-2), Antibody akan bertahan dalam beberapa waktu tertentu, sehingga ketika seseorang terpapar virus, tubuhnya telah siap melawan dan mengeliminasi virus yang masuk,.Jika pun tetap terinfeksi COVID, maka jumlah virus yang bereplikasi tidak terlalu banyak dan gejala lebih ringan. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES2020 TENTANG,PENETAPAN JENIS VAKSIN UNTUK PELAKSANAAN VAKSINASI CORONA VIRUS (COVID-19),Menetapkan : jenis vaksin (COVID-19) yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, Chinn National Pharmaneucal GT***R Corporation (Sinopharm}, Moderna, Pfizer Inc. ond BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.,sebagai jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia.

Sebagai update info vaksin baru dari PT Bio Farma Tanggal 16 Februari 2021 Badan Pengawas Obat- obatan dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) pada vaksin Sinovac yang diproduksi sendiri PT Bio Farma. Vaksin ini akan menggunakan nama Vaksin COVID-19.

Vaksin Covid-19 berbentuk vial 5ml berisi 10 dosis vaksin per vial dari virus inaktiviasi. Lalu diberi pada dus berisi 10 vial yang stabil disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius

Sementara itu dijelaskan, Efek samping (kejadian ikutan pasca imunisasi/KIPI) pada vaksinasi COVID-19 bersifat individual dan bervariasi antar orang

Pengatasannya disesuaikan dengan kondisinya, dan sebagian besar tidak memerlukan terapi lain atau tindakan medik, dan akan hilang dalam waktu singkat (1-2 hari)

Contoh tindakan yang bisa dilakukan :

Kompres dingin pada bagian yg bengkak atau sakit akibat suntikan, Beristirahat jika merasa lelah (fatigue) atau mengantuk. Jangan mengendarai kendaraan atau menjalankan mesin jika rasa mengantuk cukup mengganggu

Selanjutnya,jika terpapar virus dalam kurang dari 28 hari setelah vaksin, maka antibody belum terbentuk optimal kekebalan belum terjadi,Kalaupun antibody sudah terbentuk, respon setiap orang dalam pembentukan antibody bersifat individual (bervariasi) mungkin jumlah antibody yang terbentuk sedikit, Walaupun antibody sudah terbentuk, virus yang memapar banyak sehingga antibody yang ada tidak bisa memproteksi secara maksimal.Dengan catatan yang divaksin umumnya gejala COVIDnya lebih ringan (jika terinfeksi) karena bagaimanapun sudah terbentuk antibody,membantu mengeliminasi virus,tetap harus mematuhi protokol kesehatan

Menurut Prof. Zullies, Lalu apa yang harus diinformasikan kepada petugas ketika anda akan divaksin ?

1.Memiliki alergi, termasuk alergi terhadap Coronavac atau bahan lainnya yang terkandung dalam vaksin CoronaVac,Sedang mengalami demam tinggi,Memiliki penyakit akut dan/atau serangan akut penyakit kronik. Jika terdapat kondisi ini, vaksinasi ditunda.

2.Memiliki gangguan koagulasi/perdarahan atau thrombocytopenia. Diduga atau terkonfirmasi mengalami imunodefisiensi atau sedang menggunakan terapi imunosupresif seperti immunoglobulin IV, produk darah, kortikosteroid jangka panjang, karena dapat menurunkan efek khasiat dari vaksin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun