Media

5 Kesalahan "Blogger" yang Membuat Pengunjung Tidak Betah

14 November 2017   16:05 Diperbarui: 14 November 2017   18:19 277 1 1

Tak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kekeliruan. Termasuk blogger. Ada beberapa kesalahan yang (tidak sengaja) dilakukan blogger ketika mengelola blognya. Kesalahan yang pada akhirnya membuat calon pembaca enggan berkunjung, atau kalau toh berkunjung, mereka cepat-cepat keluar dari blog karena tidak betah atau merasa terganggu. Minggatnya pembaca tentu merupakan kabar buruk, terutama jika sang blogger berniat menjadi writerpreneur, yang ingin membangun bisnis digital melalui blog

Apa saja kesalahan yang kerap dilakukan sejumlah blogger ketika mengelola blognya yang membuat pengunjung tidak betah?


1) Membuat judul yang tidak menarik

Judul merupakan hal pertama yang dilihat (calon) pengunjung. Judul yang menarik perhatian akan membuat pengunjung penasaran dan tertarik mengklik tautan.

Jadi, buat judul yang memancing minat, sekaligus membuat pembaca tertarik karena berpikir akan menemukan hal menarik yang sesuai minatnya.

2) Tidak memasang gambar atau foto

Apa yang pertama menarik perhatian Anda ketika melihat sebuah buku? Cover atau sampul. Ya, cover dan judul yang pertama kali menarik perhatian, dan terkadang menentukan apakah buku itu akan dibeli atau tidak.

Hal serupa terjadi dalam tulisan di blog. Tulisan yang diberi gambar akan menarik perhatian.
Sebaliknya tulisan tanpa gambar akan terlihat dan terkesan kering, datar dan tidak menarik.

Bahwa gambar dan foto bisa menarik perhatian itu bisa dilihat pada status teman di Facebook. Status berupa teks panjang cenderung tidak menarik perhatian. Sebaliknya status berupa foto selfie, akan mengundang komentar.

Karena itu, dianjurkan dalam setiap tulisan minimal menyertakan satu foto.

Foto dari mana? Idealnya foto yang dipakai adalah milik Anda sendiri. Berbeda dengan belasan tahun lalu, kini membuat foto itu relatif mudah. Rata-rata ponsel cerdas saat ini dilengkapi perangkat foto dengan kualitas lumayan.

Alternatif lain adalah mengambil foto dari situs foto gratis. Ada banyak situs yang menawarkan foto gratis yang bisa diunduh kapan saja.

Selain situs gratis, foto juga bisa diambil dari flickr, terutama yang tergolong "creative commons", yang oleh pemiliknya diijinkan untuk dipakai. Yang hampir sama dengan creative commons adalah foto yang tergolong public domain, yang tidak memiliki hak cipta.

Yang tidak dianjurkan (sekalipun ini cara yang paling gampang) adalah mengambil foto atau gambar langsung dari Google Images. Anda tak pernah tahu apakah foto yang dicomot itu punya hak cipta atau tidak. Jika Anda mencomot sebuah foto tanpa ijin dan pemiliknya keberatan dan mengajukan gugatan hukum, dampaknya akan buruk bagi kredibilitas Anda sebagai blogger dan blog itu sendiri.

3) Blog tidak mobile friendly

Saat ini banyak orang yang mengakses segala sesuatu dengan ponsel. Jadi sangat penting bagi blogger untuk membuat blognya mobile friendly.

Saat ini banyak theme dan template blog yang mobile friendly. Namun banyak juga blogger yang tetap menggunakan theme jadul yang terlihat mengerikan di ponsel.

Blog yang mobile friendly tak semata demi kenyamanan pengunjung. Karena Google juga tak suka. Google tak segan memberi pinalti pada situs atau blog yang tidak mobile friendly,

Bagaimana mengetahui sebuah blog itu mobile friendly atau tidak? Mudah saja. Anda tinggal mengambil ponsel (baik milik sendiri atau meminjam punya tetangga), dan melihat bagaimana penampilan blog itu. Blog yang mobile friendly biasanya tampilannya agak berbeda dengan versi desktop, namun bisa diakses dengan mudah. Jika blog Anda terlihat tidak bagus jika dibuka dengan ponsel, atau loadingnya lambat dan berantakan, itu saatnya bagi Anda untuk mencari theme atau template baru.

4) Semua tentang "saya"

Blog itu sifatnya personal. Jadi sangat wajar jika si penulis, si blogger kerap bicara tentang diri dan pengalamannya. Sayang, banyak blogger yang akhirnya terlalu fokus pada "saya". Kecuali jika si blogger itu selebriti papan atas, atau pejabat oenting pemerintah seperti menteri atau bahkan presiden, pembaca aksn tertarik untuk mengetahui hal yang sifatnya personal. Tapi jika si blogger itu orang kebanyakan, pembaca sesungguhnya tak peduli dengan apa yang dimakan atau siapa nama ikan kesayangan si blogger.

Sebagai solusi adalah mencoba mengganti orientasi tulisan dari "saya" dengan "Anda". Misalkan semalam si blogger mengalami mimpi buruk setelah nonton film horor, jika fokus pada diri sendiri sang blogger akan membuat tulisan berjudul "Semalam aku mimpi buruk". Siapa yang peduli dan siapa yang mau baca?

Tulisan itu akan berubah total jika fokus tulisannya adalah pembaca, misalnya dengan judul "3 cara supaya Anda tidak mimpi buruk (usai nonton film horror)". Dengan tulisan seperti ini, pembaca akan tertarik karena si blogger berbicara tentang mereka, sekalipun isi tulisannya sang blogger merefleksikan pengalamannya bermimpi buruk.

Namun bukan berarti tulisan di blog tak boleh berujar tentang "saya". Jika si blogger memaparkan contoh kasus terkait pengalamannya pribadi, tentu dia harus menggunakan istilah "saya". Misalnya si blogger membuat tulisan yang memaparkan bagaimana dia mendapatkan uang dari blog, tentu dia harus berujar tentang dirinya.

5) Menulis topik yang cepat basi

Blogger biasanya menulis topik yang disukai dan atau dikuasai di blog. Topik blog bisa umum, bisa juga spesifik. Jika blog yang dibuat berorientasi pada berita dan perkembangan terbaru, wajar jika tulisan mengkuti peristiwa teraktual. Tapi jika blog membahas topik tertentu yang tidak berorientasi berita, sangat penting untuk membuat tulisan yang tidak cepat basi.

Yang perlu diingat, sebagian besar pembaca tidak langsung mendatangi sebuah tulisan beberapa saat setelah dipublikasi, (terutama untuk blog pribadi dan bukan keroyokan). Sebagian besar pembaca datang setelah tulisan itu terindeks di mesin pencari. Sebagian besar pembaca mendatangi blog beberapa minggu, bulan bahkan beberapa tahun setelah dipublikasi.

Jadi jika Anda membuat sebuah tulisan berdasarkan apa yang terjadi saat ini, dan tulisan itu dibaca setahun mendatang, bisa jadi apa yang Anda tulis tak lagi relevan dan sudah ketinggalan jaman.

Karena itu, ketika membuat sebuah tulisan, tanyakan pada diri sendiri: Apakah isu yang dibahas dalam tulisan ini masih tetap menarik jika dibaca dua bulan atau dua tahun mendatang?

Apakah pembaca tetap mendapat manfaat dari tulisan ini sekalipun dia mendatangi blog jauh di masa depan? Jika jawannya "ya", Anda bisa meneruskan menulis. Jika jawabannya "tidak", sebaiknya Anda mencari ide lain.

Jika misalnya Anda merasa topik yang bakal dibuat itu menarik, atau keinginan untuk menuliskan hal itu sangat menggebu, tuliskan saja. Misalkan Anda menonton sebuah film dan terpesona dengan kisahnya dan Anda sangat ingin menuliskannya, tuliskan saja. Namun sebaiknya, dalam tulisan Anda tak hanya memaparkan jalan cerita, akting dan hal teknis film. Ada baiknya Anda memasukkan pesan moral atau pelajaran kehidupan yang bisa diambil pembaca. Jadi sekalipun ada pengunjung yang mendatangi blog 2 tahun setelah film beredar, jika membaca, si pengunjung tetap menemukan hal menarik yang bisa dijadikan pelajaran.