Mohon tunggu...
Magdalena Suster
Magdalena Suster Mohon Tunggu... Lainnya - Belajar merangkai kata

Membaca

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Ada Bersumber dari Ide

7 Maret 2023   09:21 Diperbarui: 11 Mei 2023   11:06 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Permenides adalah seorang filsuf yang mengatakan bahwa kebenaran itu sungguh ada. Kebenaran itu ada bersama dengan keyakinan. Pola pikir itu memberi pengaruh yang luar biasa kepada orang-orang yang hidup pada zamannya tentang keberadaan sesuatu. Pola pikir Permenides tentang ada kebenaran dikaitkan dengan keyakinan. Dia mengatakan seseorang mesti memiliki atau meyakinkan bahwa ada kebenaran. Apabila seseorang tidak memiliki keyakinan adanya kebenaran maka hidupnya sia-sia. Keyakinan yang dimaksud ialah Ada. Ada itulah kebenaran. Permenides menegaskan pola pikir demikian dengan memberi suatu argumen. Permenides mengatakan seseorang yang memiliki keyakinan tentang Ada maka mustahil kebenaran dapat dipungkirin. Karena itu dapat dikatakan bahwa kebenaran itu ada atau tidak ada, tergantung pada keyakinan.

Menurut Platon kebenaran terletak pada ide. Platon memberi argumen dengan mengatakan "seseorang menciptakan sebuah kursi dan kursi itu ada dalam ide". Kursi yang ada dalam ide seseorang itu belum terlihat. Oleh karenanya tidak ada yang tahu selain daripada orang yang memiliki ide itu sendiri. Kemudian orang itu, merealisasikan idenya dalam sebuah wujud yakni kursi. Maka, karena sudah dalam bentuk atau wujud maka yang lain dapat melihat, menyentuh, dinikmati yakni duduk dan lain sebagainya. Manusia menyebut sesuatu yang direalisasikan itu ialah kursi. 

Platon mengatakan bahwa segala yang bergerak ini tergantung pada ide. Ide itu sifatnya tidak berubah-ubah, permanen, abadi dan tidak bergerak. Sedangkan yang lainnya itu hanya tiruan dari ide itu sendiri dan sifatnya tidak tetap melainkan berubah-ubah atau biasa dikatakan beragam. Itulah sebabnya Platon mengatakan bahwa idea yang memiliki makna yang sesungguhnya. Kebenaran yang sejati itu ada dalam ide.

Pokok pemikiran tentang ada yang disampaikan oleh beberapa filsuf secara indra ada benarnya karena dapat dibuktikan dengan secara realitas. Misalnya, pemikiran Permenides tentang kebenaran ada tetapi itu hanya setera dengan apa yang dilihat. Permenides lagi-lagi mengatakan bahwa kebenaran itu terletak dalam keyakinan. Dia menjelaskan bahwa hanya jika manusia itu yakin maka kebenaran ada. Tetapi apabila manusia tidak memiliki keyakinan maka mustahil adanya kebenaran bagi orang tersebut. Demikian juga dengan apa yang disampaikan oleh Platon yang mengatakan ada itu sejatinya ada dalam ide. Kemudian, ada yang kelihatan itu hanya tiruan dari yang sebenarnya. Kebenaran keberadaan ada itu secara filsafat dapat dikatakan ada benarnya. Namun kebenaran di dalam ada tidak mesti terwujud baru bisa diakui keberadaannya. Sebab, ada hal-hal tertentu yang tidak terlihat oleh mata tetapi keberadaanya sungguh ada.

Platon mengatakan dengan jelas tentang segala sesuatu berasal dari idea benar secara filsafat karena yang pakai disana adalah logika. Dan kerana logika yang dipakai dan disana dapat dijelaskan secara apa yang dilihat realitas, diteliti secara ilmiah. Karena itu, ditemukan disana ada benarnya. Orang-orang yang berpikir secara filsafat tentunya tidak memiliki alasan untuk menolak tentunya menyetujui. Orang dapat mengatakan benar bahwa segala yang ada itu berasal dari idea manusia. Sebagaimana yang disampaikan oleh Platon dalam penjelasannya tentang ada sesuatu. 

Platon mengatakan ide tidak berubah, tetap dan tunggal. Oleh karena itu, ide adalah sumber utama ada. Platon, mengatakan bahwa yang lainnya itu hanya sebagai pelengkap dan sifatnya berubah dengan kata lain tidak menetap tetapi dinamis, berubah-ubah. Penjelasan yang disampaikan oleh Platon dengan cepat dapat diberirespon dan mengatakan benar. Sebab, argument-argumen yang disampaikan masuk akal. Selain itu, banyak orang beranggapan bahwa sesuatu atau ada dapat mudah diyakini benerannya kalaulah itu nyata. Jadi apa yang dipikirkan Plato tentang ada bersumber pada ide.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun