Mohon tunggu...
Mustafrikhatul Maftukhah
Mustafrikhatul Maftukhah Mohon Tunggu... Perawat - Newbie

Perawat Lapas Pekalongan

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Perawat Lapas sebagai Advokat

1 Juni 2021   12:17 Diperbarui: 1 Juni 2021   12:25 1199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Karier. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Perawat akan banyak ditemui di tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan balai-balai kesehatan yang tersebar di berbagai kota. Lantas, bagaimana dengan tempat-tempat terbatas yang dihuni oleh sekelompok orang tertentu seperti di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)? Jika dalam rumah sakit ada ratusan perawat, di puskesmas dan balai kesehatan ada puluhan perawat, maka di lapas umumnya hanya ada satu ada dua orang perawat saja, yang melayani jumlah klien (warga binaan) ratusan orang.

Pada umumnya tugas perawat di Lapas sama dengan perawat di puskesmas. Mereka membuka pelayanan setiap hari untuk warga binaan yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Keluhan-keluhan seperti batuk, flu, sakit kepala, dan gatal akan sangat sering ditemui dalam Lapas. Namun, beberapa kali terjadi kasus yang tidak bisa ditangani sendiri di klinik Lapas sehingga perawat harus melakukan rujukan ke rumah sakit.

Menurut Doheny (1982) dalam Kusnanto (2003), peran perawat dalam keseharian tugasnya meliputi:

1. Caregiver, sebagai pemberi asuhan keperawatan,

2. Client advocate, sebagai pembela untuk melindungi klien,

3. Counsellor, pemberi bimbingan/konseling klien,

4. Educator, sebagai pendidik klien

5. Collaborator, sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain,

6. Coordinator, sebagai koordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber dan potensi klien,

7. Change agent, sebagai pembaru yang dituntut untuk mengadakan perubahan

8. Consultant, sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalah klien

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun