Mohon tunggu...
mafazatun nurul izzah
mafazatun nurul izzah Mohon Tunggu... mahasiswa

pend.islam anak usia dini / UIN MALIKI MALANG

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mengembangkan Media Buku untuk Membangun Self Awarennes pada Pendidikan Anak Usia Dini

4 April 2020   23:56 Diperbarui: 5 April 2020   00:00 27 1 1 Mohon Tunggu...

Pada masa anak usia dini, perkembangan sosial emosional menjadi salah satu dimensi yang begitu mempengaruhi kehidupan anak pada masa yang akan datang. Anak mampu mengatur emosi dengan lebih efektif, maka anak akan lebih Tangguh dalan menghadapi keadaan yang menimbulkan stress. Anak juga akan lebih berani menemui orang asing dan menunjukkan sikap ramah, bersahabat, selalu tersenyum. Hal tersebut akan muncul akibat kesadaran diri anak yang telah terbentuk sejak dini.

Kesadaran diri merupakan keterampilan individu untuk mengenali perasaan dan mengetahui alasan merasakan hal tersebut serta pengaruh perilaku individu kepada orang lain. 

Istilah Self-awareness ( kesadaran diri) cenderung pada perhatian individu yang introspektif dan reflektif dalam diri atas pengalamanya, biasanya disebut juga dengan kepekaan. Secara umum kesadaran diri terjadi pada kehudupan sehari-hari. Sebgai contoh kesadran diri yang menunjukkan perasaan negartif dan positif seperti arsa bersalah dan senang.

Lembaga Pendidikan anak usia dini (PAUD) memberikan fasilitas bimbingan yang mencakup semua aspek perkembangan anak termasuk aspek perkembangan sosial emosioanal. 

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan memakai media yang tepat di PAUD akan berpengaruh dalam pembentukan Self-awareness (kesadran diri)  sebagai bagian dari perkembangan emosi anak. Kemampuan dalam mengolah emosi dengan baik pada dirinya dan juga orang lain, menggunakan perasaan-perasaan tersebut dapat mengarahkan pikiran dan tindakan dengan memakai kecerdasan sosial. 

Media yang digunakan pada pembelajaran anak usia dini juga harus standar yang sesuai dengan kebutuhan anak, yang tidak berdampak negatif untuk anak, dan juga sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kemampuan dalam mengadaptasi emosi pada individu dan juga orang lain, menggunakan perasaan-perasaan itu dapat memandu pikiran dan tindakan dengan menggunakan kecerdasan sosial.

Salah satu media yang bisa digunakan dalam pembelajarn PAUD adalah buku cerita yang bergambar.  Buku cerita bergambar mampu mempresentasikan tokoh melalui karakter yang cocok dengan tujuan pembelajaran, sehingga berpengaruh pada dampak emosi anak. Beberapa hasil penelitian menggatakan bahwa buku cerita bergambar memberikan manfaat untuk anak antara lain dalam dimensi pengembangan kognitif dan emosional, dan juga konteks sosial yang penting untuk pengembangan literasi.

Media buku cerita bergambar berjalan beriringan dalam menggembangkan kompetensi kognitif dan juga sosial emosinal anak. Pentingnya media buku cerita bergambar dalam pembelajaran PAUD adalah pesan keaksaraan melalui lisan dan tulisan mampu tersampaikan lewat proses visual dan verbal yang terus-menerus akan membangun jalan berfikir anak kepada suatu peristiwa. 

Membentuk persepsi anak terhadap hal yang mereka benci dan disukai, kemudian tampak pada perilaku sosial. cerita dalam buku bergambar mampu memberikan pesan yang berbentuk rangkaian peristiwa yang akan membentuk perilaku anak. Selain itu, integrasi antara perkembangan aspek kognitif dan sosial emosional anak teraplikasikan dalam kehidupan nyata dari gambaran karakter tokoh dan peristiwa melewati buku cerita bergambar.

Selain itu, media buku cerita bergambar juga memiliki kekurangan yaitu ukuran kecil untuk ditunjukkan di forum kelas karena banyaknya murid dan kecilnya ukuran buku cerita membuat anak-anak sulit memahaminya. Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan media buku cerita bergambar yang mampu menjangkau keluasaan pandangan anak dan juga anak mampu memahaminya.  

Pembelajaran memakai buku cerita bergambar memebuat anak lebih aktif baik secara verbal maupun fisik. Secara verbal anak mampu menceritakan kembali cerita yang telah dibaca didalam buku tersebut, anank dapat mengidentifikasi perilaku yang seharusnya dikerjakan dan ditinggalkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN