Mohon tunggu...
I Made Yogi Adi Permana
I Made Yogi Adi Permana Mohon Tunggu... Mahasiswa Pertanian

Belajar menulis pengetahuan pertanian.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Pencahayaan Tanaman Hidroponik dalam Ruangan, Guna Memaksimalkan Produktivitas Tanaman

18 Mei 2021   12:11 Diperbarui: 18 Mei 2021   12:21 101 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pencahayaan Tanaman Hidroponik dalam Ruangan, Guna Memaksimalkan Produktivitas Tanaman
Budidaya Tanaman Hidroponik / dokpri

Di era pandemi seperti sekarang, aktivitas masyarakat mengalami pembatasan, dan kebutuhan konsumsi makanan bergizi semakin meningkat. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan sehat dengan nutrisi seimbang selama pandemi, permintaan pasar akan sayur dan buah konsumsi pun menjadi sasaran yang menggiurkan bagi petani. Hal ini tidak hanya terbatas bagi petani tradisional dengan lahan subur yang luas, tetapi juga memberikan peluang bagi petani di perkotaan melalui urban farming. 

Melalui hidroponik, bukan tidak mungkin para petani perkotaan mengembangkan lahan pertanian di wilayah yang paling sedikit ruang terbuka. Khusus untuk fasilitas hidroponik dalam ruangan, salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan adalah pencahayaan.

Akibat minimnya sinar matahari langsung, petani perlu secara sadar turun tangan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan sinar matahari. Oleh karena itu perlu disiapkan perangkat lampu sebagai sumber cahaya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan perlengkapan penerangan untuk tanaman hidroponik dalam ruangan.

Mempersiapkan instalasi pencahyaan untuk tanaman hidroponik

Langkah-langkah penyediaan alat penerangan untuk tanaman hidroponik dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu, yang pertama adalah dilakukannya seleksi tanaman yang akan ditanam. Perencanaan tanaman yang akan ditanam memudahkan anda dalam memilih jenis lampu yang anda butuhkan. 

Anda perlu mengetahui jenis tanaman dan jumlah tanaman untuk mengetahui seberapa besar pencahayaan yang akan butuhkan. Jenis tanaman mempengaruhi intensitas, spektrum, cakupan, dan jenis umbi yang dibutuhkan untuk taman. Misalnya, jika Anda menanam tanaman kehijauan, kebutuhan pencahayaan saat penumbuhan bunga akan sangat berbeda, karena tanaman membutuhkan pencahayaan yang berbeda pada tahap pertumbuhannya yang berbeda.

Tahap berikutnya adalah persiapan anggaran. Jika dibandingkan dengan skala komersial, pertanian hidroponik skala kecil tentunya membutuhkan jumlah penerangan yang berbeda. Semakin luas areal pertanian hidroponik indoor maka semakin banyak peralatan penerangan yang dipasang, dimana mengingat Anda harus menyalakan lapmu setidaknya 12 jam sehari, dengan watt dan intensitas cahaya bohlam yang Anda pilih pasti akan memengaruhi biaya yang di keluarkan. 

Anda juga harus menentukan pilihan lampu yang akan digunakan. Adapun tiga jenis lampu yang paling umum digunakan untuk tanaman hidroponik adalah lampu neon, LED dan HID. Jenis lampu fluoresen adalah pilihan yang paling terjangkau, dan sebaiknya hanya menerangi satu atau dua lokasi, namun lampu fluoresen tidak efisien karena masa pakai yang terhitung singkat. 

Lampu LED lebih efisien karena mengonsumsi setengah daya lampu lain dan memiliki masa pakai yang lebih lama yakni berkisar lima kali lipat dar  lampu fluoresen (lampu TL). LED memiliki cakupan spektral terbaik, memancarkan lebih sedikit panas, dan sangat efisien. Namun demikian harga dari lampu LED lebih mahal dari pada lampu fluorescent. 

Lampu HID paling umum digunakan dalam pertanian hidroponik komersial skala besar, namun, lampu ini membutuhkan peralatan khusus, tetapi dapat dipasang di mana saja. Sinarnya sangat cerah dan lebih panas, cahayanya mirip dengan cahaya matahari yang terik, namun HID adalah opsi yang paling banyak mengeluarkan biaya.

Langkah terakhir adalah penentuan jarak dan intensitas cahaya, di mana Anda harus memutuskan berapa banyak lampu yang ingin dibeli. Tahap penentuan jarak diawali dengan mengukur luas ruang tumbuh tanaman. Setelah ini menentukan cakupan cahaya, umumnya, cakupan cahaya yang dibutuhkan tanaman hidroponik adalah 20 hingga 40 watt per kaki persegi. 

Perhatikan watt lampu yang Anda gunakan, lalu bagi dengan 20, yang merupakan area terendah yang terjangkau oleh bohlam. Kemudian bagi watt lampu dengan 40 untuk mencari luas terbesar yang dicakupnya. 

Selanjutnya ada Intensitas, intensitas mengacu pada jumlah cahaya yang benar-benar mencapai tanaman. Penentuan Intensitas sangat penting karena Anda harus memastikan bahwa Anda dapat memberikan jumlah cahaya yang tepat untuk tanaman di setiap tahap siklus pertumbuhan, dengan intensitas cahaya yang lebih tinggi, kondisinya harus ditempatkan lebih jauh dari tanaman untuk meminimalkan panas yang dapat membakar bilah. Ingatlah bahwa intensitas cahaya lebih tinggi di titik tengah dan secara bertahap berkurang saat Anda menjauh dari titik itu.

Kendala Yang Mungkin Dialami

Kendala pertama adalah banyaknya aliran listrik yang digunakan untuk kegiatan pertanian dan akan menyebabkan pemadaman listrik, padamnya aliran listrik menjadi kendala terutama yang menerapkan sistem NFT pada fasilitas hidroponiknya. 

Guna menghindari kematian tanaman yang banyak akibat mati listrik, Anda dapat menyiapkan suplai daya cadangan untuk menjaga aliran nutrisi. Jika tidak, Anda bisa memilih perangkat yang menggunakan model yang akan meninggalkan genangan air saat air tidak mengalir, sehingga air akan tetap menumpuk di peralatan hidroponik saat listrik padam. 

Kendala berikutnya adalah panas yang tidak merata, disarankan untuk menggunakan sistem multi-layer atau bertingkat pada sistem hidroponik untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak. Model rangka atau prisma segitiga ramping biasanya digunakan sebagai model terbesar untuk memperoleh banyak titik tanam. 

Dianjurkan untuk menggunakan hanya satu sisi untuk pemasangan di sekitar rumah, atau mengubahnya menjadi hanya pemasangan horizontal, sehingga tanaman yang sama mendapatkan cahaya yang sama. Rak model A memanjang cocok digunakan di lahan-lahan terbuka. 

VIDEO PILIHAN