Mohon tunggu...
Madarinarn
Madarinarn Mohon Tunggu... Mahasiswa

manusia sanguin kholeris yang sedang belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pesan Bruce Lee untuk Para Orang Tua

24 Februari 2020   08:49 Diperbarui: 24 Februari 2020   08:52 39 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pesan Bruce Lee untuk Para Orang Tua
Sumber: timeout.com

Siapa yang tidak mengenal sosok "Bruce Lee"? Untuk para pecinta film laga, mungkin dengan hanya mendengar namanya, akan langsung tau siapa dia. Tidak hanya itu, mungkin kita juga akan teringat dengan kostum yang begitu legenda, yaitu kostum berwarna kuning dan tak lupa "nunchaku", senjata khasnya yang juga turut melegenda.

Mungkin yang sudah pernah melihat film Bruce Lee, akan menyadari, bahwa Bruce Lee tidak hanya menyuguhi adegan bela dirinya yang sangat jago, melainkan terkadang Bruce Lee juga memberikan quote-quote yang deep (dalem) banget pada dialognya. Salah satunya adalah, "Daripada membelikan anak sesuatu hal yang dulu tidak kamu miliki, lebih baik mengajari anak semua ilmu yang dulu tidak pernah kamu tahu. Barang material bisa habis atau rusak, tapi pengetahuan dan ilmu tidak akan hilang", saya lupa ada di film yang berjudul apa namun kurang lebih seperti itu. Deep banget ya? Terlebih untuk para orang tua atau sebagai notice bagi para calon orang tua.

Statement diatas, mengingatkan saya akan sabdah Nabi Muhammad SAW, bahwa warisan terbaik orang tua untuk anaknya adalah pendidikan dan belajarlah dari buaian hingga liang lahat. Kesimpulannya adalah? Silahkan simpulkan sesuai dengan pemahaman masing-masing.

Pendengaran, pengelihatan, dan hati yang dianugerahkan Allah SWT. kepada manusia perlu disyukuri, sebab dengan ketiga unsur tersebut kita akan dapat merasakan, menghayal serta mempelajari semua fenomena alam. Tidak hanya itu, kita juga dapat ikut serta dalam proses pendidikan, menggapai, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dalam proses belajar, akan menghasilkan tiga pembentukan kemampuan, atau yang sering dikenal dengan istilah taxonomy bloom, yang terdiri dari kemampuan kognitif (berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu faktor pembawaan dan pengaruh lingkungan), afektif (penguasaan nilai dan sikap), dan psikomotorik (kemampuan melakukan koordinasi kerja syaraf motorik yang dilakukan oleh saraf pusat untuk melakukan suatu kegiatan).

Belajar merupakan salah satu proses dalam tahap perkembangan manusia. Perihal tentang perkembangan manusia, terdapat 5 sudut pandang teoritis perkembangan manusia, salah satunya adalah sudut pandang kognitif. (Papalia, dkk.)

Sudut pandang kognitif memusatkan pada berbagai proses berpikir dan berperilaku yang mencerminkan proses tersebut. Dalam sudut pandang ini terdiri atas teori-teori yang dipengaruhi oleh organismik dan  mekanistik. Hal ini termasuk dalam teori tahapan kognitif dari Piaget dan teori sosial budaya perkembangan kognitif dari Vygotsky yang sangat populer. Sebenarnya, banyak teori yang berkembang  yang membahas tentang pertumbuhan kognitif manusia. Namun, pada kesempatan kali ini kita akan membahas teori menurut Vygotsky.

 Psikolog yang berkebangsaan Rusia ini, Lev Semenoich Vygotsky (1896-1934), memusatkan perhatiannya pada berbagai proses sosial dan budaya yang memandu perkembangan kognitif anak. Teori sosial budaya (Sociocultural theory), teori Vygotsky ini berisi tentang bagaimana berbagai faktor kontekstual berdampak terhadap perkembangan anak. Vygotsky memandang pertumbuhan kognitif sebagai suatu proses kolaborasi. Menurut beliau, anak belajar melalui interaksi sosial mereka. Anak memperoleh keterampilan kognitif sebagai bagian dari induksi ke dalam suatu cara hidup. Berbagai kegiatan yang dibagi bersama dengan anak dapat membantu mereka menginternalisasikan cara berpikir dan perilaku mereka.

Dalam teori  dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Zona Perkembangan Proksimal
  • Zona perkembangan proksimal (Zone of Proximal Development), bisa diartikan sebagai serangkaian kesulitan dalam mengerjakan tugas yang dirasa terlalu sulit untuk dikuasai oleh manusia atau anak-anak secara mandiri yang membutuhkan bantuan dari orang dewasa atau teman sebaya yang lebih paham darinya untuk membantu mereka dalam menyelasikan kesulitan tersebut. Zona Perkembangan Proksimal dibagai atas dua, yaitu tingkat perkembangan aktual (pemecahan masalah secara mandiri) dan tingkat perkembangan potensial (pemecahan masalah dibawah bimbingan orang yang lebih ahli).
  • Scaffolding
  • Konsep ini memiliki keterkaitan dengan konsep sebelumnya, yaitu Zpna Perkembangan Proksimal. Bisa diartikan scaffolding adalah teknik untuk mengubah level dukungan selama sesi pengajaran yang diberikan oleh orang yang lebih ahli, seperti guru atau teman sebaya. Dalam hal ini, orang yang lebih ahli tidak serta merta memberikan seluruh tenaganya untuk membantu anak, melainka orang yang lebih ahli sedikit demi sedikit memberikan stimulus pada bagian yang belum mereka mengerti, saat anak perlahan kemampuan anak semakin meningkat, maka saat itu juga tuto secara bertahap mengurai sedikit bimbingannya.
  • Bahasa dan Pemikiran
  • Vygotsky disini mengungkapkan bahwa bahasa disini memiliki fungsi ganda. Tidak hanya sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai alat untuk membantu anak menyelesaikan tugas yang ada, seperti merencanakan, membimbing, dan memonitori perilaku.

Dilihat dari penjabaran diatas, orang dewasa atau teman sebaya yang lebih ahli, memiliki tanggung jawab untuk membantu serta mengarahkan mereka yang menemukan kesulitan. Namun, bentuk bantuan mereka berupa pemberian stimulus sedikit demi sedikit, agar anak juga turut berpikir dan mencoba menangkap serta memproses rangsangan yang telah didapat.

Teori ini memiliki implikasi yang penting untuk pendidikan dan pengetesan kognitif, terlibih untui anak. Menurut Papalia, dkk (2013), tes-tes yang berfokus pada potensi anak untuk belajar memberikan alternatif yang bernilai pada tes-tes kecerdasan standar yang mengukur hal yang telah dipelajari oleh anak, serta banyak anak yang merasakan manfaat dari bimbingan dari ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN