Mohon tunggu...
M Abd Rahim
M Abd Rahim Mohon Tunggu... Guru - Guru/Dai
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

GPAI SMK PGRI 1 SURABAYA, Ingin terus belajar dan memberi manfaat orang banyak (Khoirunnas Anfa'uhum Linnas)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Semangat Menyambut Hari Guru

24 November 2022   17:51 Diperbarui: 1 Desember 2022   02:26 368
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri/diolah dengan canva.com

Teman-teman yang lain masih menyapu dan memindah barang-barang yang tidak terpakai dipindahkan ke gudang.

"Tetap semangat mas!"

"Siap!" Rino membalas. Beberapa menit halaman sekolah sudah bersih.

Setelah menyapu halaman, Aku dan Rino menuju ke lantai 2, memindah meja dan kursi yang tidak terpakai di Hall. Ibu Yayuk mendampingi mereka, agar pindahan meja tersebut tidak salah tempat, yakni dipindahkan ke ruang gambar.

Setelah barang-barang dan alat olah raga dipindah, lantai hall disapu dan di pel. Aku dan pak Badrun memasang sepanduk Istighosah yang kemarin aku pesan di percetakan Solaris, pagi ini dipasang di tembok belakang. 

"Alhamdulillah, pesanan sepanduk sesuai harapan, dan sesuai ukuran. Tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek." Kataku

Pak Badrun walau sudah mempunyai cucu, beliau laksanakan dengan semangat dan penuh ikhlas. Tangga yang dipakai memasang sepanduk masih di tangannya. Bu Yayuk memerintahkan beliau bersama anak-anak untuk mengambil terpal untuk sarasehan anak-anak saat istighosah dan doa bersama dilaksanakan.

"Ayo mas, dibantu Rino mengambil terpal di gudang atas 

Pak Badrun yang naik mengambil semua terpal yang ada di gudang. Fransiskus dan Yesaya dari beragama Kristen juga membantu kami membawa terpal yang diberikan pak Badrun untuk dipersiapkan di samping Hall. Agar besok pagi, sebelum istighosah dan salat Jum'at dimulai panitia langsung membebernya di Hall.

"Pak kursi yang ada di perpus juga di bawa ke ruang guru berjumlah 50 kursi." Kata Bu Yayuk ke Pak Alif

Dengan ikhlas, aku melangkah dan memasuki perpustakaan. Rino dan teman-teman yang lain membantunya dari luar pintu perpustakaan untuk diangkat ke ruang guru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun