Mohon tunggu...
M Abd Rahim
M Abd Rahim Mohon Tunggu... Guru - Guru/Dai

GPAI SMK PGRI 1 SURABAYA, Ingin terus belajar dan memberi manfaat orang banyak (Khoirunnas Anfa'uhum Linnas)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Si Kebaya Merah

11 November 2022   19:27 Diperbarui: 12 November 2022   11:29 778
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri/Diolah dengan Canva.com

Si Kebaya Merah

Oleh: M. Abd. Rahim

***

Aku dan Amar berjalan menuju suara pak Manajer, "Ya itulah pentingnya iman, kalau lemah imannya ia bertaruh pada keadaan. Saat membutuhkan uang, dengan cara apapun dilakukan termasuk jual kesucian."

Saat membuka pintu, Aku dan Amar menyalami pak Manajer.

"Tolong semua CCTV dicek, dan hasil rekamannya kasihkan ke saya. Karena ada informasi Hotel kita terkena dampak si Kebaya Merah." Kata Pak Manajer

"Waduh, bahaya ini. Aku dan Radit kena dampaknya juga ya pak!" Teriak Amir

Aku menghela nafas, dan membaca istighfar.

Walaupun si Kebaya Merah kini telah ditangkap pada pihak yang berwajib, tapi dampaknya masih meresahkan masyarakat. Ada dampak negatif yang meresap di hati dan pikiran anak bangsa. Karena ekonomi, dia rela melanggar larangan Tuhan.

"Ini pak rekaman CCTV nya!" Aku ulurkan tanganku ke meja pak Manajer

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun