Mohon tunggu...
Choirul Rosi
Choirul Rosi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen yang hobi membaca buku dan novel

Cerita kehidupan yang kita alami sangat menarik untuk dituangkan dalam cerita pendek. 🌐 www.chosi17.com 📧 choirulmale@gmail.com IG : @chosi17

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Teana - Ashlar (Part 33)

14 November 2018   16:24 Diperbarui: 14 November 2018   16:48 467
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Baiklah kalau begitu. Maaf, aku pergi dulu." jawab pendeta itu ketakutan.

      Suasana kuil mulai sepi. Namun roh Yodh belum juga kembali ke tubuhnya. Hal ini membuat Taw menjadi cemas. Ia mengkhawatirkan keadaan Tuannya itu. Ketakutan mulai menyergap pikirannya. Hingga akhirnya ia membuat keputusan untuk melepas roh dari tubuhnya. Mencari keberadaan Tuannya. Namun ketika ia mulai merapalkan mantra sihirnya, ia mendengar suara seseorang menarik napas panjang. Ia mendongakkan kepalanya. Dilihatnya Yodh telah kembali berkumpul dengan mereka.

"Tuan sudah kembali?" tanya Taw.

"Sudah. Ayo kita pergi dari sini." perintah Yodh.

***

      Malam harinya, Simkath berusaha berkomunikasi dengan Yodh. Setelah ia memberikan sebagian kekuatan liontin miliknya, kekuatan Yodh mulai bertambah. Kini Yodh dan para pengikutnya telah bisa bertahan dalam wujud sebagai manusia biasa sepanjang hari tanpa terpengaruh oleh kekuatan patung Dewa Dhushara. Kekuatan liontin milik Simkath telah membuat mereka bisa bertahan dalam wujud manusia sepanjang hari. Sebagai imbalannya, Simkath akan dijanjikan sebuah kekuasaan di Kota Petra jika Bangsa Bawah berhasil menguasainya kelak.

"Apakah kau sudah mendapatkan patung itu?" tanya Simkath kepada Yodh melalui alam bawah sadarnya.

"Belum, aku tidak menemukan patung itu di kuil manapun. Termasuk didalam Kuil Qasr Al Binth di Kota Hegra."

"Tapi bukankah di Kota Hegra hanya kuil itulah yang terbesar diantara kuil -- kuil lainnya?"

"Kau benar, kekuatanku mulai melemah. Aku sudah menggunakan banyak kekuatan sihirku untuk membuka pintu dimensi waktu dari Kota Petra menuju Kota Hegra, lalu aku menggunakannya kembali untuk memisahkan rohku dari tubuhku saat melacak keberadaan patung itu di Kuil Qasr Al Binth. Kali ini kekuatanku benar -- benar terkuras habis."

"Mungkin kau perlu mencobanya lain waktu. Pulihkan dulu kekuatanmu." ucap Simkath.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun