Mohon tunggu...
Choirul Rosi
Choirul Rosi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen yang hobi membaca buku dan novel

Cerita kehidupan yang kita alami sangat menarik untuk dituangkan dalam cerita pendek. 🌐 www.chosi17.com 📧 choirulmale@gmail.com IG : @chosi17

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Teana - Ad Dar Al Hamra (Part 22)

20 Agustus 2018   07:36 Diperbarui: 21 Agustus 2018   05:13 877
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Kejadian apa itu?" tanya Teana penasaran.

Rashad terdiam, sambil memegang tali kendali untanya, ia menatap mata anaknya itu.

"Sebaiknya kau lihat sendiri nanti." ucap Rashad singkat. Teana mengangguk.

Matahari mulai naik. Saat rombongan Tuan Ghalib memasuki Kota Ma'an, mereka sepakat berhenti sejenak untuk mengisi kantung -- kantung air mereka. 

Sebagian rombongan mulai nampak kehausan juga. Sehingga mereka mencari air di kota yang tidak terlalu banyak penduduknya itu. Setelah cukup beristirahat dan memberi minum unta mereka, rombongan itu kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Tabuk sebelum akhirnya sampai di Kota Hegra.

"Ayo... Kita berangkat lagi!" seru Tuan Ghalib.

"Baik Tuan."

Unta -- unta mulai nampak segar kembali. Mereka berjalan pelan meninggalkan Kota Ma'an. Sebagian orang mulai mengenakan cadar masing -- masing. Sebab udara padang pasir mulai tidak bersahabat. Angin berhembus cukup kencang. Keadaan itu berlangsung terus menerus hingga akhirnya mereka sampai di pemukiman Ad Dar Al Hamra.

Kedatangan mereka di Ad Dar Al Hamra disambut oleh segerombolan lelaki berjubah gelap dan memakai burka. Gerombolan itu berjumlah lima orang dengan tubuh yang tinggi besar. Saat itu hari mulai sore.

"Berhenti, siapa pemimpin rombongan ini?" tanya salah seorang dari mereka dengan suara cukup keras.

"Maaf Tuan, kami dari Kota Petra, kami akan melanjutkan perjalanan kami ke Kota Hegra. Mohon Tuan -- tuan memberi kami jalan." ucap Tuan Ghalib.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun