Mohon tunggu...
Muhammad Rofii
Muhammad Rofii Mohon Tunggu... Pengajar dan Penulis

Semangat Berkarya

Selanjutnya

Tutup

Fesyen

Sepasang Sandal dan Kesederhanaannya

19 Februari 2021   21:13 Diperbarui: 20 Februari 2021   06:54 374 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sepasang Sandal dan Kesederhanaannya
Ilustrasi gambar by canva

Dalam KBBI disebutkan bahwa fungsi sandal sebagai alas kaki yang dibuat dari kulit, karet dan sebagainya. 

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, sandal pun dibuat dengan berbagai model dan variasi, baik dari segi warna, ukuran, tinggi, bahan, dan corak-corak unik lainnya sehingga setiap pemakai bisa dengan mudah memilih tipe sandal yang disukainya.

Di dunia trend fashion, sandal tidak hanya dinilai sebagai kelengkapan dari mode aksesoris saja melainkan sudah menjadi objek fashion tersendiri sehingga jika seseorang memakai sandal jelek atau tidak sesuai keinginan, merasa dirinya tidak nyaman atau merasa ada yang kurang pas dengan apa yang dikenakannya.

Karena sudah menjadi trend fashion dan digandrungi oleh banyak orang maka banyak pula pabrik yang mencetak atau membuat berbagai macam jenis sandal, mulai dari ukuran untuk anak-anak hingga dewasa dengan berbagai tipe, dari harga belasan ribu hingga puluhan juta.

Berikut beberapa jenis sandal wanita sebagimana dilansir oleh cosmopolitan.co.id adalah sandal jenis gladiator, flip flop, strappy, slip on, wedges, velcro, square toe, dan heels. 

Adapun jenis-jenis sandal pria sebagaimana dilansir oleh 4muda.com adalah sandal jepit, sandal gunung, sandal sepatu, sandal clog, sandal teva, sandal birkenstock, shower slipper, sandal yoga, sandal yukon crocs, dan sandal gladiator. Kesemuanya itu memiliki keunikan masing-masing.

Banyaknya jenis dan variasi sandal ini juga sangat berpengaruh terhadap harga jual beli. Walaupun merek sama tapi terkadang harga berbeda, hali ini tergantung tempat dimana sandal tersebut di jual. 

Namun hal yang menarik dari sepasang sandal adalah kesederhanaannya, ia tidak perduli harganya berapa dan siapa yang memakainya, orang miskin atau kaya, pejabat atau kiai, bahkan presiden sekalipun, ia tetap berada di bawah (tawaduk) secara konsisten (istikamah).

Tawaduk dalam arti senantiasa menerima apa adanya, tidak pernah mengeluh bahkan tidak pernah menuntut untuk digunakan sebagai penutup kepala seperti kopiah yang menempati posisi tertinggi di badan manusia.

Sedangkan yang dimaksud istikamah adalah ia senantiasa pada posisinya, berjalan melangkah seirama tanpa berdiskusi terlebih dahulu mana yang harus didahulukan.

Jika seandainya manusia meluangkan waktunya untuk sedikit merenung tentang sepasang sandal dan mengambil hikmah darinya maka kehidupan manusia pun akan turut serta seirama seperti apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada semua makhluknya, laksana sepasang sandal yang selalu patuh pada tuannya.

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bahan renungan hidup untuk kita semua.

Pontianak, 19 Februari 2021

VIDEO PILIHAN