Mohon tunggu...
M AkmalulFahmi
M AkmalulFahmi Mohon Tunggu... Blog saya

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Permasalahan Demografi pada Masa Pandemi Covid-19

26 Oktober 2020   23:15 Diperbarui: 26 Oktober 2020   23:16 1 0 0 Mohon Tunggu...

Pandemi COVID-19 yang telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia dan tak terkecuali Indonesia ini menimbulkan banyak tantangan. Tantangan tersebut berasal dari kesadaran oleh warga yang terdampak oleh pandemi itu sendiri. Secara demografis sendiri wabah COVID-19 ini berpengaruh pada jumlah mortalitas dari penduduk itu sendiri. Meskipun sudah diterapkan beberapa kebijakan seperti PSBB dan anjuran untuk tetap dirumah, namun masih banyak penduduk Indonesia yang tidak taat dan mengikuti kebijakan dan anjuran tersebut. 

Memang sebagian warga merasa resah karena kebebasan sipil nya untuk berkumpul dan juga bepergian sangat dibatasi, namun selain itu, faktor ekonomi juga menjadi pendorong warga untuk tetap keluar rumah demi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dikarenakan masih ditemukan warga yang merasa bantuan dari Pemerintah masih kurang atau belum merata. 

Meskipun memang, lagi-lagi tindakan keluar rumah yang dilakukan oleh warga yang harus bekerja karena kebutuhan mendesak tersebut memang berpotensi untuk memperpanjang masa pandemi, namun bagi mereka, tidak ada pilihan lain yang dapat mereka lakukan.

Seperti di daerah saya di kecamatan Modo Kabupaten Lamongan banyak perusahaan atau pabrik yang terdampak karena pandemi ini, sehingga pihak perusahaan atau pabrik ada yang memutuskan mengurangi pegawai atau karyawannya agar dapat mengurangi kerugian dari pihak perusahaan tersebut, sehingga meningkatlah angka pengangguran karena masyarakat di daerah saya ini banyak yang menganggur karena di PHK oleh perusahaan.

Masalah lain yang terdapat di daerah saya cukup serius lainnya adalah pada pendidikan karena adanya pandemi covid 19 ini sistem pembelajaran di sekolah dirubah menjadi online, saya rasa ini sangat tidak efektif karena anak-anak yang saya lihat di daerah waktu bermainnya menjadi lebih banyak akibat pembelajaran yang tidak dilaksanakan di kelas. Anak anak yang saya lihat banyak menghabiskan waktu di warung-warung yang menyediakan fasilitas wifi, yang saya lihat bukanya belajar malah rata-rata malah main game online bersama teman-temannya atau istilahnya Mabar game online. Jika ini tidak ada perubahan akan menjadi masalah serius karena anak-anak yang seharusnya belajar dan menerima pelajaran dari seorang guru malah banyak menghabiskan waktunya bermain.

VIDEO PILIHAN