Mohon tunggu...
Muhammad Abrar
Muhammad Abrar Mohon Tunggu... -

Senang membaca dan berkawan dengan kamus.

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Resensi Buku: Notulen Cakeppp - Kang Maman

16 April 2015   03:22 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:03 1165 0 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Judul: Notulen Cakeppp

Penulis: Maman Suherman

ISBN: 9789799107800

Penerbit: POP (Imprint Kepustakaan Populer Gramedia)

Edisi: Cetakan pertama, Oktober 2014

Harga: Rp.58.000,- (Gramedia Mall Panakkukang)

***

Notulen Cakeppp, demikian judul buku dengan nuansa tiga warna ini. Sekilas, bisa jadi ada sebagian orang menduga bahwa cakep yang dimaksud di sini adalah sinonim dari kata "ganteng". Nyatanya bukan itu, cakeppp adalah singkatan dari CintA, KEluarga, Politik, PotPourri.

Buku setebal 215 halaman ini berisi kumpulan catatan notulensi dari seorang jurnalis senior, Muhammad Suherman. Lalu, siapa dia? Ya, publik tanah air lebih mengenal pria yang lahir di Makassar ini dengan nama Maman Suherman, atau lebih populer lagi dengan sebutan Kang Maman. Notulensi? Apakah ini berarti dia seorang notula? Bukan. Alih-alih seorang notula, dia adalah Notulen, alias tidak tulen. Tidak tulen yang dimaksud adalah karena hanya dialah yang bukan pelawak asli di dalam acara komedi yang diampunya, Indonesia Lawak Klub.

Indonesia Lawak Klub (ILK) yang hadir ke ruang publik sejak Oktober 2013 menjadi salah satu tayangan komedi yang memberi warna tersendiri di tengah membanjirnya tayangan komedi slapstick (saling hina plus saling lempar tepung). ILK menghadirkan perbincangan dari berbagai kalangan dengan mengangkat tema-tema aktual nan faktual di negeri tercinta ini. Layaknya setiap perbincangan, di ILK pun ada pihak yang pro, ada yang kontra. Mereka, para panelis, baik yang pro maupun yang kontra, sudah demikian inspiratif membedah setiap masalah yang jadi tema diskusi. Tapi, bukan hanya para panelis yang hebat dalam hal berkata-kata karena, di akhir acara, ada sang notulen yang sanggup merangkai kata tanpa perlu ada pihak yang merasa terhina.

Saya, penulis blog ini, memang sejak dulu mengagumi kemampuan Kang Maman dalam merangkul pendapat yang berbeda-beda ke dalam beberapa bait kalimat notulensi. Tak mudah mengompromikan sekian banyak isi kepala untuk dirangkai menjadi kalimat sederhana tapi membekas di jiwa. Jika hanya berkata, "Saya suka pendapat si A, dan tidak suka pendapat si B," itu sih mudah saja. Tapi, apa maknanya? Adakah gunanya?

Beberapa catatan notulensi Kang Maman, walau tak sempat saya tulis, sampai sekarang masih selalu terbayang di kepala. Misalnya saja episode LDR (Long Distance Relationship), di mana Kang Maman menyimpulkan bahwa pada dasarnya setiap insan itu LDR dengan Sang Mahakuasa tapi, dengan keimanan, Dia lebih dekat kepada siapa saja - bahkan lebih dekat daripada urat nadi. Indah sekali...

Sempat saya berpikir untuk melihat ulang tayangannya di kanal Youtube, tapi syukurlah, kini Penerbit KPG telah mengumpulkan beberapa catatan Kang Maman ke dalam sebuah buku. Ada beberapa bagian di dalam buku ini, ketika saya membacanya, saya berusaha mengingat intonasi suara sang NoTulen pada saat membacanya di ILK.

Buku ini sudah bagus isinya, pun demikian dengan pemilihan padu-padan warna hitam dan pink yang sangat mencolok. Betapa pun, tak ada gading yang tak retak. Jika ditanya apa kekurangan dari buku yang saya beli seharga Rp.58.000 ini, maka saya akan menjawab bahwa di dalamnya masih terdapat beberapa "typography-error" (salah huruf maupun tanda baca). Semoga saja bisa dikoreksi pada cetakan berikutnya. Itu catatan saya untuk penerbit. Adapun untuk Kang Maman, tolong kalau bisa di setiap notulensinya diberi tanggal penulisan. Terus terang saja, pada saat membaca notulensi bagian pemilu, saya masih bingung dan menerka-nerka, sebenarnya yang mana sih yang lebih dulu, yang inikah atau yang itu? Pemilu legislatif ataukah eksekutif? Saya rasa dengan adanya tanggal penulisan akan mempermudah pembaca memahami konteks tulisan Kang Maman.

Terima kasih Penerbit KPG telah menerbitkan buku ini. Terima kasih juga Kang Maman yang sudah banyak memberi inspirasi. Teruslah menulis, daeng!

Teringat sebaris kalimat bijak, "Tulisanmu akan menjadi 'fosilmu' kelak."

Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat.

Salam.

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan