Mohon tunggu...
Lutvi AyuWulandari
Lutvi AyuWulandari Mohon Tunggu... Mahasiswa IAIN Jember (PGMI'19/D4)

Segalanya atas izin Allah Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Filsafat Pendidikan Aliran Rekonstruksionisme dan Tokoh-tokohnya

29 Mei 2020   18:28 Diperbarui: 29 Mei 2020   18:26 19 0 0 Mohon Tunggu...

Filsafat Pendidikan Aliran Rekonsruksionisme


Filsafat aliran rekonstruksionisme. Rekonstruksionisme berasal dari Bahasa Inggris yaitu rekonstruk yakni menyusun kembali. Dimana rekonstruksi sendiri dapat diartikan sebagai baru atau pembaruan. Dilihat dari arti, aliran ini menginginkan sesuatu yang baru, meperbaiki atau mengubah suatu tatanan lama menjadi sesuatu yang baru yang mengikuti zaman dan lebih modern.

Dalam dunia pendidikan sendiri, aliran filsafa ini selalu diartikan sebagai aliran yang merombak suatu susunan tatanan lama dan merubah menjadi susunan tatanan hidup dan budaya yang baru dan modern. Penganut aliran ini, dalam memandang kurikulum pendidikan, kurikulum harus dapat memberikan dampak besar pada kehidupan manusia. Serta dapat memberikan perubahan dan pembaruan sosial pada masyarakat.

Aliran ini juga menuntut untuk dapat berpikir kritis, sehingga dapat membantu dalam menyelesaikan masalah. Mengenai pendidik, diharapkan dapat mampu memahami situasi-situasi keadaan disekitarya, dimana dalam pembelajaran peserta didik tidak hanya diajarkan mengenai ilmu pengetahuan umum dan teori saja, akan tetapi pendidik juga harus dapat mengikutsertakan atau menyangkut pautkan dengan keadaan sosial atau permasalahan yang sedang terjadi di sekitar.

Hal tersebut dapat melatih siswa agar dapat berpikir kritis serta munculnya pemikiran-pemikiran serta ide baru yang muncul untuk dapat memahami situasi yang sedang terjadi dan mungkin saja dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.


Tokoh-Tokoh Filsafat Pendidikan Aliran Rekostruksionisme
1. Carroline Pratt (1948)
Menurut Caroline, nilai terbesar suatu sekolah harus dapat menghasilkan seorang manusia-manusia yang dapat berpikir secara efektif dan bekerja secara konstruktif, yang secara bersamaan dapat menghasilan dunia yang lebih baik dari sebelumnya, intinya sekolah harus dapat mentrasmisikan ilmu pengetahuan sosial dan juga berusaha mengkonstruksinya. Serta sekolah harus dapat mencocokkan sekolah dengan anak, bukan sebaliknya, mencocokkan anak dengan sekolah.

2. George Count, menurutnya,sekolah merupakan wahana rekonstruksi bagi masyarakat. sekolah atau pendidikan akan benar-benar berperan apabila diposisikan sebagai pusat pembangunan masyarakat baru secara keseluruhan, membasmi kemelaratan, peperangan dan relaisme. Masyarakat yang menderita kesulitan ekonomi dan yang sedang dilanda masalah-masalah besar merupakan tantangan pendidikan untuk menjalakan perannya sebagai agen pembaharuan sosial.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x