Mohon tunggu...
Luthfiyah Nur
Luthfiyah Nur Mohon Tunggu... Atlet - Mahasiswa

Hanya manusia yang tertarik akan arti hidup.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Terkadang Kita Boleh Egois

18 November 2022   16:15 Diperbarui: 22 November 2022   19:53 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aku gak suka orang yang egois!

kenapa kamu orangnya egois?

Pernahkah kamu mengalami konflik seperti di atas dengan keluarga, teman, maupun pasangan karena sifat egois? Pastinya kamu akan merasakan rasa sakit hati terlebih menghadapi orang yang egois. Pada dasarnya egois merupakan salah satu kepribadian yang ada dalam diri manusia. Tapi apakah egois itu wajar?

Egois atau egoisme merupakan kepribadian manusia di mana seseorang akan merasa dirinya lebih unggul atau lebih utama dari pada orang lain. Egois dapat dikatakan sebagai kondisi di mana seorang individu memusatkan dirinya sendiri. Seseorang akan lebih memusatkan tenaga dan perhatian pada dirinya sendiri tanpa perlu memperhatikan orang lain. Selain itu egois dapat memotivasi seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangannya untuk kepentingan diri sendiri.

Egois merupakan salah satu kepribadian yang dianggap buruk bagi sebagian orang. Terlebih dalam menjalin hubungan dengan orang lain baik teman, keluarga, maupun pasangan. Dalam mengenal seseorang pastinya kedua belah pihak akan mengetahui kepribadian baik dan buruknya. Dalam hal ini kepribadian egois tidak disukai banyak orang.

Sifat egois yang berlebihan membuat individu menjadi sibuk dengan dirinya sendiri dan menganggap bahwa dirinya yang paling penting dan benar sehingga menjadi kurang peduli dengan kondisi orang lain di sekitar. Sifat egois yang berlebihan pastinya mendatangkan dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.

Menjadi orang egois memang tidak dibenarkan terlebih dalam lingkungan bermasyarakat. Tetapi ketika kamu menjadi orang egois, sebenarnya itu bukanlah kesalahan yang harus diratapi sepanjang hari. Dalam menjalani hidup, sifat  egois diperlukan. 

Terkadang kamu perlu menjadi orang yang egois untuk mementingkan dirimu sendiri dan tidak selalu memenuhi keinginan dan perhatian orang lain. Terkadang kamu hanya ingin menjadi dirimu sendiri. Lalu dalam situasi apa sikap egois diperlukan dalam menjalani hidup?

  • Kamu Akan Menjadi Egois Bila Terus-Menerus Dimanfaatkan Orang Lain.

Manusia memanglah makhluk sosial yang memiliki hubungan antara sesama manusia. Hubungan yang baik adalah hubungan yang memiliki manfaat bagi kedua belah pihak atau simbiosis mutualisme. Tetapi kalau kamu sudah merasa dimanfaatkan secara terus-menerus dan tidak memiliki manfaat bagimu sama sekali, wajar bila kamu bersikap egois. Kamu perlu menegaskan diri mengenai apa yang penting bagi dirimu dan orang lain.

  • Ketika Pendapatmu Diabaikan oleh Orang Lain

Dalam hidup bersosial pastinya kamu akan mengutarakan pendapatmu pada orang lain. Ada kalanya pendapatmu tidak didengar dan diabaikan. Kamu akan merasa jengkel dan kesal. Terlebih pendapat orang lain terkesan asal dan tidak dipertimbangkan sama sekali berbeda dengan pendapatmu. Ketika pendapatmu sudah tidak dianggap lagi, kamu bisa memperjuangkannya dan membuktikan pendapatmu, atau kamu bisa menyimpan pendapat itu untuk orang lain.

  • Ketika Kamu Memiliki Waktu untuk Memperbaiki dan Mengenal Dirimu Sendiri

Ketika harus memenuhi tuntutan orang lain pastinya kamu akan merasa lelah, baik fisik maupun mental. Dengan menjadi egois, kamu akan menciptakan ruang dan waktu untuk memperbaiki kesehatanmu. Kamu akan memiliki waktu untuk merawat dan memanjakan dirimu sendiri. Selain itu akan lebih banyak menghargai dan mengenal siapa kamu yang sebenarnya. Dengan menjadi egois, orang tidak akan dengan mudah mengambil kesempatan untuk memanfaatkan keuntungan darimu terlebih jika kamu telah mengenai diri sendiri.

  • Ketika Kamu Ingin Mengembangkan Keterampilan yang Kamu Miliki

Butuh waktu yang lama untuk menguasai suatu keterampilan. Tentu diperlukan latihan dan ketekunan. Jika kamu selamanya memberikan waktumu untuk orang lain, kamu tidak akan memiliki waktu untuk mengembangkan keterampilan yang penting bagimu. Selain itu kamu dapat memulai mengusai keterampilan baru yang dapat meningkatkan minat dan bakatmu. Dengan mengembangkan keterampilan yang kamu miliki, kamu akan mencapai kemajuan dalam hidupmu.

  • Ketika Kamu Ingin Memproritaskan Dirimu dalam Mencapai Tujuan dan Impian

Ketika kamu terus memenuhi kebutuhan orang lain dan mengabaikan kebutuhanmu sendiri, mungkin akan sangat sulit untuk mencapai tujuan hidup. Seperti halnya keterampilan, tujuan tidak tercapai dengan sendirinya. Mewujudkan tujuan dan impian pasti  membutuhkan usaha, tekad, serta waktu yang tidak singkat. Kamu tidak dapat berharap untuk membuat kemajuan kamu terlalu sibuk melayani kebutuhan orang lain. Dengan menghabiskan untuk diri sendiri, kamu dapat memulai langkah maju ke arah tujuan dan impianmu. Ini juga memiliki manfaat lain, kamu akan merasa lebih puas dengan hidup dan lebih termotivasi untuk membantu orang lain ketika kamu dapat melihat hal-hal yang kamu cita-citakan semakin dekat.

  • Ketika Kamu Memang Ingin Menikmati Waktu Sendirian

Setiap manusia tanpa memandang siapa dia pasti ingin memiliki waktu untuk sendiri. Waktu menikmati kesendirian merupakan salah satu cara untuk melepaskan segala beban pikiran yang ada. Bila kamu tidak memiliki waktu untuk sendiri, beban dalam pikiran akan bertambah. Maka wajar bila kamu ingin memprioritaskan waktu ini untuk dirimu sendiri sebelum kembali pada kehidupan sosial.

Bersikap egois tidak selalu buruk asalkan tahu konteks dan prioritas yang kamu utamakan. Kebahagianmu kamu yang mengaturnya bukan orang lain. Kamu memiliki kehendak atas dirimu. Kamu harus bertindak dalam menentukan kenyamanan dalam hidupmu. 

Bersikap egois memang wajar dan diperlukan dalam waktu-waktu tertentu, asalkan tidak berlebihan karena dapat berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Jadi bersikaplah sewajarnya

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun