Mohon tunggu...
Luthfiana AlfiQurnia
Luthfiana AlfiQurnia Mohon Tunggu... IR STUDENT - BISNIS

Graduation 2021

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Dakwah Hamka Menjawab Isu-Isu Kenegaraan dalam Tafsir Al-Azhar

27 Oktober 2019   22:17 Diperbarui: 27 Oktober 2019   22:21 22 0 0 Mohon Tunggu...

Kalau kita menyinggung mengenai negara, memang pada dasarnya al-Qur'an tidak menetapkan konsep negara dan system pemerintahan tertentu. Akan tetapu, bukan berarti kalau konsep negara itu tidak ada sama sekali menyinggung tentang al-Qur'an, dikarenakan secara substantife terdapat sejumlah ayat al-Qur'an dan hadits yang mana menunjukkan akan adanya pemerintahan pada umat islam.

Kita sebagai umat islam, bahwa sejauh ini seorang Buya Hamka bagi banyak para pembaca yang di kenal oleh banyak orangsebagai seorang negarawan dan agamawan sejati. Setiap membicarakan tentang kehidupan beliau selalu membawa sentuhan manis bagi setiap orang yang ada di sekelilingnya, apalagi ketika beliau menyampaikan dakwanya. Salah satu peran vital Buya Hamka yang tak akan pernah dilupakan oleh bangsa Indonesia adalah saat beliau mampu menjadi sosok mediator antara umat dengan pemerintahan.

Dalam konteks hubungan antara agama (islam) dan negara, Hamka mengatakan bahwa ketika islam dipelajari secara mendalam maka islam tidak ditemukan adanya istilah pemisahan agama dan negara, yang mana agama dianggap sebagai urusan atau persoalan pribadi dan duniawi, serta memisah dan tidak mencampur tangankan persoalan agama dengan persoalan dunia.

Ideologi negara dalam Tafsir al-Azhar, seperti yang telah dijelaskan dalam ayat al-Quran surat al-Nisa' ayat 104 , yang berbunyi : "janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka ( musuhan ). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan, sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap daripada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana". Menurut Hamka ayat tersebut sangat dipegang tguh oleh umat islam di zaman sekarang ini.

VIDEO PILIHAN