Mohon tunggu...
Luthfiah Putri N.
Luthfiah Putri N. Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Diponegoro

Mahasiswi Jurusan Kimia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Optimalisasi Limbah Kulit Jeruk menjadi Hand Sanitizer Pencegah Penyebaran Covid-19

10 Agustus 2022   10:02 Diperbarui: 10 Agustus 2022   10:09 452
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Produk Hand Sanitizer Ekstrak Kulit Jeruk, dok. pribadi

Kemayoran, Jakarta Pusat (3/8) - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia, masih belum berakhir. Terus bermunculannya sub varian omicron baru antara lain BA.4 dan BA.5 menjadikan masyarakat harus lebih waspada, tidak lengah dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Dikutip dari website kementerian kesehatan di Bulan Juni 2022, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, mengatakan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan sub varian omicron BA.1 dan BA.2. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, serta lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dikarenakan tangan merupakan salah satu media transfer penyebaran virus. Namun, dengan sudah mulai aktifnya berkegiatan di luar rumah, masyarakat cenderung sulit untuk menjangkau sabun dan air mengalir karena keterbatasan wastafel di tempat umum. Sebagai alternatif, masyarakat bisa menjadikan hand sanitizer sebagai solusi guna menjaga kebersihan tangan.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim II Tahun 2021/2022, Luthfiah Putri Nur'aini, berinisiatif mengadakan kegiatan sosialisasi pembuatan hand sanitizer pada masyarakat dengan inovasi mengoptimalkan limbah kulit jeruk yang ada dengan mengambil ekstraknya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Y. A. Haggag (2020), dalam kulit jeruk terdapat senyawa hesperidin yang berpotensi menghambat penyebaran virus, salah satunya Covid-19 karena mampu berikatan dengan salah satu reseptor protein dari Covid-19 yaitu Spike Glycoprotein. 

Bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan hand sanitizer merupakan bahan kimia sederhana dengan harga terjangkau sehingga dapat dicari dan diperoleh dengan mudah oleh masyarakat, antara lain ethanol 96%, air suling, dan gliserin. Formula pembuatan hand sanitizer mengacu pada saran dari WHO serta didasarkan pada jurnal penelitian terakreditasi.

Kegiatan sosialisasi dilakukan kepada Ibu-ibu PKK RW. 01 Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran pada tanggal 3 Agustus 2022, yang diawali dengan pembagian leaflet serta pemaparan pentingnya menjaga kebersihan tangan di masa pandemi, cara menjaga kebersihan tangan, manfaat penggunaan hand sanitizer, dan dilengkapi cara pembuatan hand sanitizer beserta dibagikan link video tutorial pembuatan di youtube. Para ibu PKK juga dibagikan contoh produk hand sanitizer ekstrak kulit jeruk yang telah dibuat untuk dicoba.

Sosialisasi kepada Para Ibu PKK RW. 01 Serdang, dok. pribadi
Sosialisasi kepada Para Ibu PKK RW. 01 Serdang, dok. pribadi

Ibu-ibu PKK terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi. Para ibu PKK mengatakan bahwa sosialisasi ini menarik, inovatif, dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Ibu ketua PKK dan ibu ketua RW juga menyatakan bahwa kegiatan ini bisa mereka perluas kepada ibu-ibu lainnya dalam rangka meningkatkan produktivitas para ibu rumah tangga yang juga berpeluang dijadikan usaha. 

Harapan dari para ibu PKK dengan adanya solusi yang disampaikan oleh mahasiswa yaitu selain dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan tangan dan pemanfaatan limbah organik, juga dapat menggugah para ibu PKK untuk menjadikannya inspirasi peluang usaha. 

Sedangkan, untuk evaluasi dari kegiatan ini yaitu meskipun kegiatan dilakukan bersamaan dengan acara bulanan PKK dan dilaksanakan dalam waktu yang singkat, namun para Ibu PKK tetap bersemangat dan antusias. Juga, mahasiswa mampu menjelaskan dan mentransfer keilmuannya dengan baik, sepadat mungkin, dan tetap memprioritaskan pemahaman para Ibu PKK melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Penulis: Luthfiah Putri Nur'aini (Universitas Diponegoro/Jurusan Kimia/2019)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun