Mohon tunggu...
Lutfia Romadhoni
Lutfia Romadhoni Mohon Tunggu... lutfia
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

semua amal perbuatan itu tergantung pada niat anda masing-masing !

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Metode Filsafat Pendidikan

18 Maret 2020   14:23 Diperbarui: 10 April 2020   19:10 25 0 0 Mohon Tunggu...

Assalamualaikum wr.wb 

 Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT.

disini saya akan menjelaskan tentang filsafat pendidikan , sebelumnya saya akan menjelaskan tentang metode filsafat .

Metode filsafat adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu berdasarkan obyek formal yang ditentukan menurut suatu pendapat dan pemikiran khas untuk berfilsafat, dalam artian untuk mencari keyakinan yang lebih baik dari keyakinan lazim yang telah ada sebelumnya.

Metode filsafat terus berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan filsafatnya itu sendiri. Meskipun disebut perkembangan, bukan berarti penemuan terbaru adalah metode yang terbaik. Nyatanya, dalam dunia filsafat yang spekulatif, tidak ada metode terbaik.

Yang ada adalah metode tepat guna untuk suatu kebutuhan filsafat tertentu atau kembali kepada efektifitas filosofnya sendiri dalam menggunakan metode tersebut. Berikut ini adalah beberapa metode filsafat berdasarkan urutan kronologi sejarah zamannya.

Ada beberapa metode dalam filsafat pendidikan :

1.Metode Kritis

Plato dan Sokrates adalah filosof yang menggunakan dan mengembangkan metode ini. Metode kritis bersifat analisa istilah dan pendapat, kemudian disistematiskan dalam hermeneutika yang menjelaskan keyakinan dan berbagai pertentangannya.

Caranya adalah dengan bertanya, membedakan, membersihkan, menyisihkan dan menolak suatu keyakinan. Dengan begitu, akhirnya akan ditemukan keyakinan yang terbaik di antaranya. Keyakinan atau filsafat terbaik inilah yang dikatakan hakikat sesuatu yang lebih baik.

2. Metode Filsafat Intuitif

Metode yang dikembangkan oleh Bergson dan Plotinus ini sering dikatakan tidak bertumpu pada intelek dan rasionalisasi manusia, tetapi tidak bersifat anti-intelektual. Manusia terkadang harus mengambil jarak dan berjauhan dengan logika, serta menyerahkan diri pada kemurnian kenyataan dan keaslian fitrah manusia.

Bukan berarti pula bahwa logika harus dibungkam dan rasio ditinggalkan. Tetapi metode ini mengajak kita berpikir dalam semangat untuk bisa menganalisis suatu keyakinan tanpa terjerat oleh rasio dan logika. Agak sulit untuk dibayangkan namun akan mengalir ketika dicoba dilakukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x