Mohon tunggu...
Lutfiani Sayyida
Lutfiani Sayyida Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 Ilmu Politik Universitas Airlangga

Hanya ingin belajar sebanyaknya dan membagikan hasil kepada sesama.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Balada Daging Krengseng

16 November 2022   22:19 Diperbarui: 16 November 2022   22:34 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Course: Pinterest/reseppedia.com

Sejuknya udara pagi di desa seakan mengecup lembut kulit manusia. Kabut bertiup, menutup cantiknya sawah dan ladang. Sang fajar baru saja bangkit dari peraduannya, beriringan dengan lantunan ayat Al-Quran dari speaker musala desa.

Waktu subuh sudah berakhir beberapa menit lalu. Orang-orang mulai sibuk dengan aktivitas pagi masing-masing. Beberapa orang melintas di jalanan desa, membawa setumpuk besar rerumputan di jok motornya untuk pakan ternak. Ada pula truk-truk yang membawa berbagai hasil bumi desa untuk dijual ke kota.

Asap dapur tiap rumah mulai mengepul, begitu juga di rumah Mak Lala.

Rumah kayu yang luas milik wanita paruh baya itu memiliki banyak bilik. Tak ada tembok beton seperti rumah-rumah kota, tiap ruangnya tersekat anyaman bambu. Tempat berteduh yang nyaman bagi Mak Lala untuk menghabiskan usia senjanya, ditambah nampak bersahaja khasnya rumah zaman Belanda. 

Mak Lala hidup sendiri, suaminya sudah meninggal dua tahun lalu karena serangan jantung. Anak-anaknya pergi merantau---mengejar mimpi menjadi orang besar dan sukses di kota. Begitu kata Mak Lala sembari tersenyum, membanggakan anak-anaknya.

Rumah Mak Lala dipilih karena aksesnya yang dekat dengan pasar dan sungai, untuk memudahkan mereka melakukan proyek KKN. Ditambah, Mak Lala tak keberatan dengan kedatangan para mahasiswa itu. Beliau malah senang dan menawarkan rumahnya sebagai tempat singgah.

"Biar rumahku ini tidak dianggap omah setan saking sepinya, Pak Lurah." Ucap Mak Lala saat diadakan diskusi antara warga desa dan perwakilan mahasiswa yang akan melakukan KKN.

Pak Lurah pun berterima kasih, dan mendoakan Mak Lala selalu lancar rezekinya. Lantas diaminkan oleh orang-orang yang berada di dalam rapat tersebut.

Hingga akhirnya, dua belas hari yang lalu para mahasiswa datang. Mak Lala membagi kamar, 3 kamar ukuran sedang untuk perempuan dan 2 kamar utama untuk laki-laki. Masing-masing kamar diisi dua hingga tiga orang. 

Seperti pagi-pagi yang lalu, Mak Lala memasak sarapan untuk anak-anak muda yang menjalani KKN di desanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun