Ekonomi

Ketenagakerjaan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi menurut Mazhab "Iqtishaduna"

13 Maret 2018   23:06 Diperbarui: 13 Maret 2018   23:09 850 0 0

Mazhab iqtishaduna ini dipelopori oleh al-shadir dengan dengan bukunya yanga berjudul Iqtishaduna (ekonomi kita).mazhab ini berpendapat bahwa ilmu ekonomi(ekonomic) tidak akan bisa sejalan dengan Islam. 

Ekonomi tetap ekonomi dan Islam tetap Islam. Keduanya tidak akan bisa disatukan karena keduanya berasal dari filosofi yang saling kontradiktif. Yang satu anti islam dan yang lain islam. Ada perbedaan dalam memandang masalah ekonomi (kelangkaan). 

Baqir menolak adanya kelangkaan. Dengan alasan Allah menciptakan bumi, langit dan segala isinya untuk manusia. Baqir menolak pandangan tidak terbatas keinginan manusia, karena ada marginal utility, low of diminishing returns. Masalah muncul karena distribusi yang tidak merata dan ketidakadilan.

                Dilihat dari jumlah penduduk Indonesia termasuk negara besar. Banyaknya jumlah penduduk berdampak bagi pembangunan ekonomi mazhab iqtishaduna.

  • Ketenagakerjaan

Konsep ketenagakerjaan berkaitan dengan tenaga kerja,permasalahan ketenagakerjaan dan upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja.

  • Tenaga kerja
  • Menurut undang-undang no.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,tenaga kerja (man power) adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkn barang atau jasa,baik untuk memenuhi kebutuhan sendir maupun masyarakat. Tenaga kerja memerlukan ketersediaan lapangan pekerjaan atau kesempatan kerja. Kesempatan kerja menunjukkan ketersediaan lapangan pekerjaan untuk diisi pencari kerja.
  • Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia
  • Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia sebagai berikut
  • Angka pengangguran tinggi.
  • Rasio angkatan kerja dan lapangan pekerjaan tidak sebanding.
  • Kualitas tenaga kerja berdaya saing rendah.
  • Persebaran tenaga kerja tidak merata.
  • Tingkat upah rendah.
  • Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja
  • Meningkatkan kualitas tenaga kerja dapat dilakukan melalui beberapa upaya antara lain; meningkatkan kualitas pendidikan,meningkatan kesehatan masyarakat,memaksimalkan peran balai latihan kerja (BLK),menggalakkan program pemagangan,mempercepat sertifikasi profesi tenaga kerja,menyelenggarakan pelatihan secara berkala,serta memberikan bonus(reward) dan sanksi(punishmant).
  • Pengangguran beserta dampaknya
  • Penganguran merupakan masalah ketenagakerjaan yang dapat memengaruhi pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.
  • Jenis-jenis pengangguran
  • Jenis-jenis pengangguran dapat dijelaskan sebagai berikut;
  • Pengangguran menurut lama waktu kerja
  • a). Pengangguran terbuka yaitu angkatan kerja yang tidak bekerja dan tidak memiliki pekerjaan.
  • b). Setengah pengangguran yaitu tenagakerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu.
  • c). Pengangguran terselubung (tersembunyi) yaitu angkatan yang sudah bekerja tetapi bekerja secara optimal.
  • Pengangguran menurut penyebab
  • Pengangguran struktural yaitu pengangguran yang tidak memenuhi persyaratan kerja akibat perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi sebagai dampak perkembangan ekonomi.
  • Pengangguran konjungtur atau siklikal yaitu pengangguran yang disebabkan gelombang konjungtur atau perubahan siklus ekonomi.
  • Pengangguran friksional yaitu pengangguran yang disebabkan kesenjangan waktu, keterbatasan informasi lowongan kerja, kondisi geografis yang berbeda, dan keinginan mencari kerja memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
  • Pengangguran sukarela yaitu pengangguran yang timbul karena angkatan kerja secara sukarela memutuskan tidak bekerja.
  • Pengangguran musiman yaitu pengangguran disebabkan pergantian musim (musim tanam dan musim panen)
  • Dampak negatif pengangguran
  • Dampak negatif pengangguran antara lain menurunnya permintaan dan penawaran sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat menurun, menurunnya tingkat investasi, memacu tindak kriminalitas akibat naiknya angka kemiskinan, terganggunya stabilitas ekonomi, sosial, politik dan mengurangi penerimaan negara, serta menurunnya tingkat pajak penghasilan sehingga proses pembagunan ekonomi nasional terhambat.
  • Upaya mengatasi pengangguran
  • Masalah pengangguran diatasi dengan cara mengembangkan industri padat karya; menggalakkan balai latihan kerja agar keahlian angkatan kerja meningkat; meningkatkan mobilitas modal; memberikan kemudahan kredit produktif bagi usaha mikro kredit kecil dan menengah (UMKM) atau menyukseskan program kredit usaha rakyat (UKR) memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi; mendukung dan mebina pertumbuhan sektor industri kecil agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru; serta mempercepat penyebaran akses informasi lowongan kerja.
  • Pembangunan ekonomi
  • Setiap negara akan melkaukan pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi merupakan proses transformasi yang ditandai perubahan srtuktural yaitu perubahan pada landasan kegiatan ekonomi dan kerangka susunan ekonomi masyarakat pada suatu negara.
  • Konsep pembangunan ekonomi
  • Pelaksanaan pembangunan ekonomi memiliki tujuan tertentu. Tujuan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas distribusi barang kebutuhan pokok, memperluas kesempatan kerja, memperbaiki kualitas pendidikan, meningkatkan pemahaman dan tingkah laku masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas pilihan ekonomi dan sosial bagi tiap-tiap individu sera bangsa secara keseluruhan.
  • Keberhasilan pembangunan ekonomi diketahui dari indikator moneter dan moneter. Indikator moneter pembangunan ekonomi yaitu tingkst pertumbuhan produk domestik bruto (PDP) meningkat dan pendapatan perkapital meningkat. Indikator non moliter pembangunan ekonomi yaitu indikator sosial, indeks kualitas hidup meningkat, indeks pembangunan manusia dan indikator campuran.
  • Ciri-ciri pembangunan ekonomi sebagai berikut
  • Merupakan proses perubahan terusmenerus menuju perbaikan trrmasuk usaha meningkatkan pendapatan perkapital
  • Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
  • Memperhatikan pertambahan pemduduk
  • Meningkatkan taraf hidup masyarakat
  • Selalu disertai pertumbuhan ekonomi
  • Selain memghasilkan banyak output setiap input mendorong perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik
  • Masalah pembangunan ekonomi dinegara berkembang
  • Negara berkembang merupakan negara yang sedang membangun menuju negara maju. Dalam proses pembangunan, negara berkembang menghadapi masalah berikut
  • Kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan
  • Penganggursn
  • Tingkst inflasi yang tinggi
  • Kualitas kesehatan dan pendidikan rendah
  • Perusakan sumberdaya alam

4). Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi muncul menyertai pelaksanaan pembanguna  ekonomi. Apakah negara yang ekonominya tumbuh dikatakan sejahtera?belum tentu!

  • Konsep pertumbuhan ekonomi
  • Keberhasilan pertumbuhan ekonomi dapat diketahui melalui indikator tertentu antara lain meningkatnya pendapatan nasional riil setiap tahun; meningkatnya pendapatan perkapital riil dalam jangka panjang; meningkatnya kesejahteraan penduduk selama waktu tertentu; dan meningkatnya jumlah tenaga kerja dalam proses produksi.
  • Ciri-ciri pertumbuhan ekonomi sebagai berikut;
  • Proses naiknya pendapatan perkapital dalam jangka panjang.
  • Tidak memperhatikan pemerataan.
  • Tidak memperhatikan pertambahan penduduk.
  • Belum tentu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  • Pertumbuhan ekonomi tertentu disertai perbangunan ekonomi.
  • Setiap input dapat menghasilkan output lebih banyak
  • Cara mengukur pertumbuhan ekonomi
  • Pertumbuhan ekonomi adalah proses peningkatan produk domestik bruto(PDB) yang ditandai dengan peningkatan produksi barang dan jasa dari waktu ke waktu.
  •  Beberapa tokoh mazhab iqtishaduna antara lain ;
  • *     Muhammad Baqir Al-Shadr
  • *     Abbas Mirakhor
  • *     Baqir Al-Hasany
  • *     Kadim Al-Shadr
  • *     Iraj Toutounchian dan Hedayati

  • Daftar Pustaka
  • Yunia, Ika Fauzia. 2014. Prinsip Dasar Ekonomi Islam Perspektif Maqashid Al-Syariah.Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri.
  • Ambarini, Lestari. 2015. Ekonomi Moneter. Bogor: In Media.
  • Budisandoso, Totok dan Nuritomo. 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.