Kesehatan Pilihan

Persiapan MPASI yang Perlu Diketahui Orangtua Milenial

9 November 2018   17:59 Diperbarui: 10 November 2018   01:15 430 5 3

Waktu pertama kali anak pertamaku menjelang MPASI, rasa gugup campur tidak percaya diri dialami kebanyakan Ibu muda, termasuk aku. Makanan pendamping air susu ibu (MPASI) merupakan makanan yang dikenalkan dan diberikan kepada bayi usia 6 bulan setelah menjalani ASI ekslusif. Program terbaik bagi seorang bayi idealnya adalah dengan mengkonsumsi hanya ASI saja selama 6 bulan awal kehidupannya. 

Rasa ketidakpercayaan diri berujung pada browsing dan Googling dan Jengjeng...

Kunci jawaban dari google tentang Persiapan MPASI masih terlalu banyak berkaitan dengan peralatan dan alat tempur sekaligus mental. 

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan #DanoneBloggerAcademy bertemakan nutrisi dan kesehatan, banyak bekal yang ingin ku bagi di sini. 

Orangtua Milenial dan Kegalauan Serbaneka
Orangtua milenial adalah mereka yang lahir tahun 1981 sampai 1996 dan sekarang statusnya sudah menjadi ibu atau ayah. Melihat karakteristiknya, orangtua milenial sudah terbawa revolusi teknologi (jika diangkakan mencapai 3,0 dari standar 4,0) yang mengakibatkan galau karena banjir info.

Internet menjadi tantangan tersendiri yang kadang menyajikan info yang membuat skeptis. Jadi harus cerdas juga memilih sumber yang tepat dan sesuai.

Mayoritas mereka ga terlalu percaya mitos parenting , sebab data dan fakta empiris menjadi syarat sebelum mengambil keputusan untuk diaplikasikan, meskipun pondasinyatetap menggunakan landasan keagamaan. Selain segi faktual, mereka cenderung mencari role model karena basis contoh dianggap memudahkan untuk meniru lalu melakukan inovasi pengasuhan.

Generasi milenial dibagi 2 kategori, generasi X dan generasi Y. Generasi X adalah para workharder, namun di sisi lain memiliki tingkat perceraian tinggi. Jika dianalisis, tingginya angka divorced berkaitan dengan kondisi hubungan generasi X dan generasi Y. Generasi X ibarat orangtua generasi Y. Generasi Y diasuh dalam situasi kedua orangtua kerja. Dari sana muncullah tren baby daycare.

Jadi pantas jika di masa ini banyak kasus perceraian, booming daycare (kalo di Indonesia), gang violence, broken families dll. Hal ini pun relevan jika kita melihat realita kehidupan sehari-hari, seperti politik dunia selalu muncul dalam berita di jam 9 malam, semua stasiun TV memiliki siaran yang sama, polisi sering mengamankan tawuran anak sekolah, adanya razia narkoba dan munculnya BNN.

Ini mengingatkan kita bahwa pondasi 'rumah' memang harus kuat, sebab dampaknya kurang persiapan dari rumah bisa membuat orang tua merasa kesulitan membedakan antara hal-hal pokok dan hal-hal cabang.

Amunisi Orangtua Milenial

Bekal Ilmu
Di mana-mana, ilmu perlu sebagai pijakan untuk bertindak. Ilmu gizi tentang MPASI misalnya. Paham ilmu gizi membantu menghasilkan menu MPASI yang sesuai dan tepat.

Seringkali kita tergoda dan terpengaruh mendahulukan gengsi merek seperti alat-alat makannya. Padahal, yang penting dari itu justru memperhatikan nilai gizi terbaik di dalam makanan tersebut. Hal ini penting sebagai bentuk investasi masa depan, menyiapkan kondisi jiwa yang sehat. 

Sebagai Ibu muda yang awam tentang ilmu gizi, saya bersyukur menjadi salah satu peserta terpillih kegiatan #DanoneBloggerAcademy 2018 yang memaparkan secara komprehensif bukan hanya tentang akademi kepenulisan, melainkan juga ilmu nutrisi dan kesehatan, dan lingkungan. Saya akan fokus tentang ilmu gizi yang Penulis kutip dari Doddy Izwardy ,Direktur Gizi Masyarakat.

"Gizi adalah awal investasi awal kehidupan. Karena gizi adalah salah satu unsur penting dari pembangunan manusia. Di dunia ini satu-satunya sumber makanan yang memiliki kandungan gizi paling lengkap adalah ASI dari Ibu langsung. Sedangkan setelah 6 bulan ASI Eksklusif selesai, kebutuhan Gizi manusia beragam sesuai dengan tahapan perkembangannya."

Berdasarkan data tingkat Human Development Index Indonesia dari tahun 2011-2013 dari Menteri Kesehatan 2014 yang diambil dari sampling di 134 kota di Indonesia, hasilnya adalah rendah.

Salah satu faktornya adalah Indonesia memiliki angka Stunting sejumlah 30% dari tahun ke tahun. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebakan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Salah satu pencegahan utama untuk menghindari Stunting sendiri adalah dengan pentingnya pendidikan ilmu gizi (nutrition and education) karena gizi adalah dasar kehidupan manusia. 

Selain pendidikan ilmu gizi, faktor pendukung lainnya dalam persiapan menyiapkan manusia berkualitas adalah : menjaga rahim dan pola makan sehat khususnya bagi perempuan, upaya dibangun kebutuhan gizi di awal kehamilan dari 0-8 minggu, karena pada masa ini bahan baku organ tubuh manusia di bangun. Selain itu adalah pada saat anak di usia 1000 pertama kehidupan, fase MPASI sangat penting karena akan mempengaruhi hingga anak tumbuh dewasa.

Yuk, semangat mendidik diri dengan pendidikan ilmu gizi yang ternyata gak kalah penting dari ilmu parenting.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4