Mohon tunggu...
Lutfi Muhammad
Lutfi Muhammad Mohon Tunggu... Guru - guru

hobby saya olahraga Basket

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Tanggungjawab Moral Guru dalam Upaya Pengembangan Pembelajaran

6 Desember 2022   11:49 Diperbarui: 6 Desember 2022   12:11 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Proses Pembelajaran di SMK Fauzaniyyah (foto: Dok. Pribadi)

Oleh: Lutfi Muhammad, S.Pd


Pada beberapa waktu yang lalu, kita telah melaksanakan hari guru nasional, dimana hari tersebut merupakan hari untuk mengingat bahwa guru sebagai salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang sangat esensial. Karena tanpanya dunia ini mungkin tidak akan banyak perubahan kecuali kemunduran.

Selain itu, tanpa guru sejatinya kita tidak akan menjadi manusia yang seutuhnya karena kita tidak akan diajarkan bagaimana nilai-nilai moral kemanusiaan yang harus di junjung tinggi oleh setiap manusia dari ras, suku, agama, negara, dan budaya yang berbeda. Karena dengan demikian, apapun identitas kita karena perbedaan dari hal diatas, kita akan saling menghargai sebagai manusia karena kita sama-sama diciptakan oleh tuhan yang maha esa dengan bekal akal pikiran dan hati yang bisa merasakan.

Guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar, khususnya tanggungjawab moral untuk menjadi tauladan bagi siswanya.

Guru harus mau mengajari siswa dengan kognitif rendahnya.

Guru membantu siswa dalam proses pembelajaran (foto: Dok. Pribadi)
Guru membantu siswa dalam proses pembelajaran (foto: Dok. Pribadi)
Mayoritas guru memiliki kecenderungan menyukai siswa yang memiliki kepintaran di atas rata-rata, sehingga terkadang mereka lupa dengan siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang rendah.

Oleh karena itu, guru harus memiliki empati untuk mengajari siswa kognitif dibawah daripada  temannya untuk mengejar ketertinggalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dimana hal tersebut menjadi indikator keberhasilan bagi guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswanya.

Hal tersebut pastinya tidak mudah bagi guru, karena selain penghasilan yang pas-pasan, guru juga memiliki aktifitas lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan cara mencari penghasilan sampingan.

Sehingga untuk mendorong siswa yang memiliki kognitif tersebut, guru harus merelakan waktunya untuk mengajar dengan ikhlas dan sabar serta telaten, karena dengan demikian siswa yang memiliki kognitif rendah tersebut bisa mencapai tujuan yang kita harapkan sesuai dengan teman-temannya.

Hal tersebut bisa dicapai jika guru mampu meramu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model pembelajaran yang mampu mengakomodir semua kebutuhan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dipandang lebih baik pada saat ini yaitu model pembelajaran berbasis masalah (Problem Base Learning) dan Pembelajaran berbasis proyek (Projects Base Learning).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun