Mohon tunggu...
Lusy Mariana Pasaribu
Lusy Mariana Pasaribu Mohon Tunggu... Dosen - Perempuan Batak

Melalui tulisan ada beberapa hal yang dapat tersampaikan tentang yang dirasa juga dipikirkan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Membuat Bumi Gelap pada Hari Cerah

9 Juli 2021   00:00 Diperbarui: 9 Juli 2021   00:12 93 24 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membuat Bumi Gelap pada Hari Cerah
@kulturtava


Katamu, hidup bukan melulu tentang cinta. Lagi katamu, dunia bukan selalu tentang keberterimaan. Seperti halnya saat kau bercerita tentang cuaca yang mudah berubah, ibarat mendung yang tidak selamanya kelabu. Namun semua itu seperti bualan belaka saat kau tak menghidupi apa yang kau ucapkan. Dasar payah. Kau membuat dirimu kehilangan pada hal-hal yang bukan bagianmu. Kau menunggu cinta yang bukan menjadi cintamu.

Kau menemukan dan menjadikan seseorang kampung halamanmu padahal sesungguhnya seseorang itu adalah kampung halaman orang lain. Membuat bumi gelap pada hari cerah. Kenapa kau mencoba menggegam erat apa yang seharusnya tidak kau genggam?

Kenapa kau harus pilu menyaksikan kesendirianmu, padahal di waktu lalu kau mengatakan bahwa kesendirian tidak selalu menjadi alasan seseorang untuk terpuruk. Kini, satu per satu perkataan yang pernah kau ucapkan hanya menjadi omong kosong. Omong kosong tentang apa itu kesadaran hati.

Jika sekiranya bisa, sudahi sikapmu yang seringkali menyusahkan dirimu sendiri. Lantas untuk apa membuat bumi gelap pada hari cerah. Menjadikan kesedihan terperangkap dengan nyata di matamu. Seharusnya kau mampu mengakhiri cinta yang bukan menjadi cintamu dan semestinya kau masih, bukan-bukan, kau harus mencintai dirimu sendiri dengan benar.

Dan, kembali lagi menghidupi apa yang pernah kau katakan. Perkataan yang berada dalam jalur yang tepat. Bukan dengan sengaja membuat bumi gelap pada hari cerah pun menjadikan kesendirian apa lagi ketidakberterimaan menjadi ancaman untuk menikmati hasrat yang berbahaya. Selagi kau masih memiliki hari ini, hargai keberdaaan dirimu sendiri dengan melakukan hal-hal yang sepatutnya. Sebab bisa jadi, esok bukan harimu lagi. Mungkin esok kau telah menjauh dan tiada.

***
Rantauprapat, 08 Juli 2021
Lusy Mariana Pasaribu

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x