Mohon tunggu...
Lusy Mariana Pasaribu
Lusy Mariana Pasaribu Mohon Tunggu... Dosen

Melalui tulisan ada beberapa hal yang dapat tersampaikan tentang apa yang dirasa juga dipikirkan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pukul Tujuh Lebih Tujuh Menit Pagi

7 Agustus 2020   07:07 Diperbarui: 7 Agustus 2020   07:07 222 59 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pukul Tujuh Lebih Tujuh Menit Pagi
Ilustrasi Tujuh Lebih Tujuh by Pixabay

Entah apa yang kurasakan di hatiku
Aku menyukai perputaran waktu saat detik menunjukkan pukul tujuh lebih tujuh menit pagi

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku tak menyembunyikan diri dari keramaian aksara
Aku abjad yang menggoda
Kau kata yang menyelaraskannya hingga menjelma menjadi kalimat yang bermakna

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku mulai menghamburkan diri ke dalam simfoni bait-bait syair
Aku pun melukis warna di galeri diksiku
Kau adalah peristiwa di dalam kanvas kataku

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku membenamkan dan mendamparkan diri pada virus sastra
Kau membawa cerita untukku
Aku pun menulis untukmu

Pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku melepas rindu melalui puisi
Kau jatuh cinta pada puisi
Aku dan kau sama-sama menikmati seni yang terperangkap pada puisi

Di hariku, pada pukul tujuh lebih tujuh menit pagi
Aku meninggalkan kesendirian dan kesepian
Aku tak ingin kecurian waktu untuk melemparkan pandangan, mencari dan menemukan makna dari indahnya aksara yang diinginkan hatiku
Kau pun menemukan diriku dalam aksara yang telah kuselesaikan dan akhirnya kau baca

Kemudian aku mengerti dan menyakini, kenapa aku menyukai pukul tujuh lebih tujuh menit pagi?
Aku bahagia dan bersukaria dengan pohon kata-kata
Aku pun bisa tersenyum melalui kata yang kutulis, dan menjadi tulisan yang utuh
Kau juga ada di dalam tulisan-tulisanku, dan menjadi sejarah di semesta perasaanku juga di wajah kehidupanku

***
Lusy Mariana Pasaribu

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x