Mohon tunggu...
Lusy Mariana Pasaribu
Lusy Mariana Pasaribu Mohon Tunggu... Dosen

Setelah bertahun-tahun meninggalkan puisi, aku kembali menulis puisi sejak 01 Oktober 2018

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sang Penjelajah Aksara

25 Mei 2019   09:01 Diperbarui: 25 Mei 2019   09:16 0 40 17 Mohon Tunggu...
Sang Penjelajah Aksara
pixabay.com

Aroma aksara yang mengalir darinya begitu memikat hati
Tanpa ragu ia jatuhkan makna dan nilai hidup di dalamnya
Perjalanan hidupnya, diisi dengan kebahagiaan melalui tulisan tulisannya
Semangatnya tak pernah padam untuk berbagi

Ketika kesesakan hati menyelubunginya dan dirinya tak mampu untuk berucap, ia memilih menyelamatkan diri melalui aksaranya
Dijelajahinya aksara untuk menemukan nada nada indah dan menebar asa kedamaian dalam hidup

Sang penjelajah aksara, menghantarkan pesan yang dapat menyinari hati untuk pembaca aksaranya
Menyirami jiwa dengan pengetahuan yang ia miliki
Di waktu yang masih dijalani, ia akan terus berselancar pada aksara aksara yang bermakna
Hingga ada garis senyum yang terlihat nyata pada raut wajahnya

Catatan:
Memenuhi permintaan (menuliskan puisi) untuk pak Yupiter Gulo yang menjadi penjelajah di Kompasiana sejak 24 Mei 2019

Rantauprapat, 25 Mei 2019
Lusy Mariana Pasaribu