Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar Seumur Hidup

Nomine Best in Opinion 2021 dan 2022 | Penulis amatir yang tertarik pada isu sosial-budaya, lingkungan dan gender | Kontak : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

5 Hal yang Membuat KDRT Sulit Dihentikan

3 Oktober 2022   15:44 Diperbarui: 4 Oktober 2022   13:26 1149
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi KDRT terhadap istri| photo by Karolina Grabowska from pexels

Dalam ajaran Islam misalnya, disebutkan bahwa suami istri itu seperti pakaian bagi satu sama lain (Surat Al-Baqarah ayat 187), yang kerap dimaknai sebagai kewajiban untuk saling menutup aib pasangan. 

Yang jadi masalah adalah ketika ayat ini dimaknai secara mentah untuk menutupi perilaku KDRT. Padahal ajaran Islam tidak menghendaki adanya kesulitan dan kemudharatan pada umatnya.

Begitu pula dengan perceraian. Islam juga membenci perceraian, tapi bukan berarti diharamkan.

Nah, di masyarakat kita yang patriarkis, perempuan adalah kunci keutuhan rumah tangga. 

Setoksik apapun rumah tangganya, seblangsak apapun suaminya, perempuan diminta untuk sabar dan bertahan. Alasannya demi kebaikan anak-anak agar mereka tetap punya bapak. 

Jika rumah tangga bubar dan perempuan tersebut jadi janda, si perempuan bakal jadi omongan orang. Dianggap bikin malu keluarga dan tidak becus mengurus rumah tangga.

Ketiga, ketergantungan finansial

Keputusan paling rasional yang seharusnya dilakukan oleh perempuan korban KDRT adalah bercerai. Namun, seringkali keputusan itu tidak diambil karena takut kehilangan sumber nafkah. 

Hal ini sering sekali menimpa ibu-ibu rumah tangga yang menjadi korban KDRT. Apalagi kalau anak-anak masih kecil atau masih sekolah, siapa yang akan membiayai pendidikan mereka?

Parahnya lagi, sudah tahu istri tidak bekerja dan berpenghasilan (entah kesepakatan sejak awal istri jadi ibu rumah tangga atau setelah menikah diminta berhenti dari pekerjaannya), seluruh keuangan rumah tangga dikontrol suami dan istri tidak punya tabungan sama sekali. Jadi, istri sulit untuk meminta cerai karena dia sengaja dibuat bergantung secara finansial oleh suami.

Keempat, takut dengan ancaman pasangan

ilustrasi suami mengancam istrinya yang meminta bercerai-photo by Timur Weber from pexels
ilustrasi suami mengancam istrinya yang meminta bercerai-photo by Timur Weber from pexels

"Kalau kamu minta cerai, emang siapa yang bakal ngasih makan kamu?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun