Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar Seumur Hidup

Nomine Best in Opinion 2021 dan 2022 | Penulis amatir yang tertarik pada isu sosial-budaya, lingkungan dan gender | Kontak : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Menjaga Produktivitas dan Mengurangi Stres dengan Metode "Time Blocking"

22 September 2021   12:35 Diperbarui: 22 September 2021   14:01 1336
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi perencanaan | image by pexels from pixabay

Selain itu, time blocking juga memberi kesempatan bagi kita untuk mengambil jeda barang sejenak di sela-sela padatnya pekerjaan.

Dengan demikian jadwal harian kita lebih rapi dan teratur. Hal tersebut membantu kita tetap produktif namun hemat tenaga dan pikiran sehingga mengurangi stres.

Tahapan Melakukan "Time Blocking"

Pertama, tahap perencanaan (planning)

ilustrasi time blocking | sumber gambar : Verywell/Jiaqi Zhou from verywellmind.com
ilustrasi time blocking | sumber gambar : Verywell/Jiaqi Zhou from verywellmind.com

Di tahap ini kita bisa memulainya dengan mengurutkan aktivitas atau pekerjaan yang akan dilakukan berdasarkan prioritasnya. 

Daftar pekerjaan (to do list) yang disusun sebaiknya dibatasi saja menjadi 3 sampai 5 pekerjaan yang paling penting dan mendesak. Dari daftar tersebut bisa juga dipecah lagi menjadi subsub tugas yang lebih kecil.

Kedua, tahap pemblokiran (blocking) 

ilustrasi contoh time blocking | sumber gambar : Julia Martins from asana.com
ilustrasi contoh time blocking | sumber gambar : Julia Martins from asana.com

Kapan kita perlu melakukan time blocking dan berapa waktu yang dibutuhkan adalah pertanyaan dasar yang perlu dipertimbangkan ketika memasuki tahap ini.

Di tahap ini kita bisa mulai dengan mengenal lebih dulu ritme sirkadian atau jam biologis kita. Setiap orang ritme sirkadiannya berbeda-beda sehingga waktu-waktu produktifnya juga berbeda-beda. Ada yang lebih produktif di pagi hari (early bird type/morning person). Tapi ada juga yang lebih produktif di malam hari (night owl type/night person).

Ritme sirkadian sendiri adalah proses biologis yang berpatokan pada siklus 24 jam atau siklus pagi-malam, yang mempengaruhi sistem fungsional tubuh manusia. Ritme sirkadian akan mempengaruhi waktu ideal manusia dalam menjalankan rutinitasnya, seperti tidur, bangun, makan dan bekerja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun