Humaniora

Lika-liku Perjalanan Hidupku

6 Maret 2019   11:19 Diperbarui: 6 Maret 2019   11:25 70 0 0

Hai teman-teman semua dulu saya waktu sma itu suka sekali yang namanya dengan debat, hampir setiap pelajaran saya sering bertanya, walau kadang juga tidak masuk akal shi yang saya tanyakan itu, hampir semua guru itu mengatakan saya itu banyak omong, endel lah, maklum lah masi sma, saya juga dulu tidak suka kalau diam itu, karna emang dasarannya saya itu suka bicara dan kalau bicara tidak bisa dengan nada yang halus, lembut gitu, saya suka bertanya itu mulai awal sma pas waktu kelas 3 sma mau lulusan itu pastinya saya binggung sekali mau mengambil jurusan apa, kuliah dimana, pada akhirnya saya memutuskan untuk konsul kepada guru bk, karna kan guru bk tau tentang siswa-siswinya dari kebiasaan dia di sekolah, di kasih tau oleh wali kelasnya.

Akhirnya guru bk saya menganjurkan saya untuk mengambil jurusan ips, karna jurusan tersebut itu yang harus banyak omong, yang suka debat, di situ saya berfikir apakah iya saya akan mengambil jurusan tersebut tetapi kedua ortu saya tidak mersetui hal itu, dikarenakan saya kuliah itu sudah mencari dunia masak iya jurusan yang saya ambil itu dunia juga, mana akhiratnya, apa gunannya kamu mondok tapi ilmu pondokmu tidak digunakan, dari ucpana kedua orang tua saya, saya binggung saya harus memilih yang mana, karena guru bk itu kan tau bakatnya saya dimana, dan bisa mengukur kemampuan siswa-siswinya.

Akhirnya saya membujuk kedua orang tua saya untuk merestui jurusan yang saya ambil ini dan saya bilang saya akan daftar dua yaitu jalur snm dan span, akhirnya saya direstui oleh kedua orang tua saya, akhirnya saya mendaftar dengan dua jalur tersebut, alhamdullillah ternyata saya keterima yang jurursan p.ips di universitas islam negri malang kedua orang tua saya bersyukur karna saya bisa keterima.

Ketika saya sudah mulai masuk kuliah rasanya itu berbeda banget, saya disini ngerasa saya itu orang yang paling gak bisa, orang yang tidak tau apa-apa pada akhirnya saya didalam kelas itu cuma bisa diam, dan hampir tidak mau bertanya, karna saya sangat malu, saya ngeras disitu saya tidak bisa apa-apa berbeda dengan saya sma dulu, saya hampir ingin berpindah kejurusan lain karna saya merasa saya itu tidak bisa apa-apa, tetapi saya tetapkan dengan niat saya tidak boleh pindah, saya harus tetap karna itu jurusan yang saya pilih dan saya juga memkasa kedua orang tua saya untuk menyetujui pilihan yang saya pilih.

Dari cerita saya di atas itu membuktikan bahwa assesemen dari seorang guru bk itu penting dan perlu, supaya  kita tidak sesat di jalan nanti,karna seorang gurur bk itu mengetahui dan mengukur kemampuan yang dimiliki oleh siswanya, tapi saya saja yang malu, dan cuma menuruti gengsi jadinya saya seperti itu, lalu apa saja yang dimaksud dengan assesment guru bk itu? assesemne guru bk yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus di lakukan oleh konselor sebelum dan setelah dilaksanakan/berlangsung, jadi itulah pengertian dari assesemn, in syaa allah pilihan seorang guru bk untuk menuju masa depan itu tidak salah asal kita menjalankan dengan pd, dan tidak mlau, jangan seperti says itu yah,

Selanjutnya yaitu fungsi dari assesmen menurut hood dan joonson adalah: menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan, menjelaskan masalah yang senyatanya, memberi alternatif solusi untuk masalah, menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan , memungkinkan evaluasi evektifitas konseling.

Itulah penjelasan dari saya mengenai assesmen seorang guru bk terimakasih