Mohon tunggu...
Lukman Yunus
Lukman Yunus Mohon Tunggu... Tinggal di Desa

Petani

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Solidaritas Sosial dalam Membangun Masjid (1)

14 Juni 2020   13:34 Diperbarui: 14 Juni 2020   14:44 52 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Solidaritas Sosial dalam Membangun Masjid (1)
dokumen pribadi


Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata dalam kitab tafsirnya:

Memakmurkan masjid itu ada dua bentuk:

  1. Memakmurkan bangunannya dengan membangun dan menjaga kebersihannya.
  2. Memakmurkan dengan berdzikir kepada Allah, melaksanakan shalat, serta melakukan ibadah lainnya di dalamnya.

Berdasarkan bentuk memakmurkan masjid menurut tafsir tersebut, penulis hanya akan mengulas poin 1 yaitu memakmurkan bangunannya dengan memperluas bangunan masjid. 

Rencana memperluas bangunan masjid An-Nur, desa Poco Rutang diinisiasi oleh Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan masyarakat setempat. Pertemuan pertama membicarakan terkait hal tersebut dilakukan pada Jum'at, 5 Juni 2020 usai melaksanakan shalat Jum'at secara berjamaah. 

Hal yang menjadi poin utama dalam pertemuan tersebut antara lain usulan memperluas bangunan masjid berdasarkan pertimbangan jumlah umat Islam yang semakin meningkat. Sehingga nantinya ketika selesai memperluas bangunan masjid maka dapat dipastikan akan menampung semua umat Islam untuk melakukan sholat secara berjamaah di masjid.

Setelah pertemuan pertama tersebut, selanjutnya dilakukan pertemuan lanjutan. Dalam pertemuan kedua dilakukan pada hari Jumat, 12 Juni 2020. Beberapa poin yang dibahas adalah, pembentukan kepanitiaan, rancangan bangunan masjid, rancangan anggaran biaya, dan penjadwalan pelaksanaan kegiatan.

Selesai melakukan rapat tersebut, sore harinya panitia melakukan belanja keperluan atau bahan seperti besi beton, paku, dan lainnya. Bahan-bahan keperluan untuk memperluas bangunan masjid ini tidak sekaligus semuanya dibeli, akan tetapi menyesuaikan dengan keadaan keuangan yang ada. 

Adapun untuk memperoleh penambahan dana untuk biaya anggaran, yaitu bersumber dari dana mandiri (Warga Masyarakat Setempat) dan dana bantuan (Proposal).

dokumen pribadi
dokumen pribadi
Sesuai dengan penjadwalan yang sudah ditetapkan bersama, hari Minggu pagi tadi sebagian besar warga masyarakat setempat hadir di masjid berbondong-bondong dengan membawa perkakas atau alat yang diperlukan untuk menggali tanah. Ada yang membawa linggis, pacul, sekop, dan lain-lain. 

Selain peran laki-laki di atas, perempuan atau ibu-ibu juga ikut berkontribusi guna mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tadi. Ibu-ibu membawa minuman kopi dan teh, selain itu juga membawa makanan ubi dan biskuit.

Setelah menggali tanah, kemudian istirahat sambil menunggu ibu-ibu menyiapkan minuman dan makanan. Di tempat penulis, kopi menjadi menu yang wajib dipenuhi, sekalipun pada siang hari cuaca terik matahari panas. Inilah kebiasaan, masyarakat disini punya keyakinan dengan minum kopi sedikit membantu mengobati rasa lelah setelah melakukan suatu pekerjaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x