Mohon tunggu...
lukas Budi
lukas Budi Mohon Tunggu... Pensiun dari forensic polri

Sebagai examiner polygraph/ lie detector Dan pemeriksa kebakaran

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Kebakaran atau Pembakaran? (Forensic)

22 September 2020   18:48 Diperbarui: 22 September 2020   18:57 9 1 1 Mohon Tunggu...

Peristiwa kebakaran gedung Kejaksaan agung menimbulkan berbaga macam dugaan dimasyarakat Karena dihubungkan dengan kasus besar yang sedang diselidiki oleh pihak Kejaksaan yaitu kasus korupsi Joko Chandra, sehingga dapat menimbulkan dugaan dibakar untuk menghilangkan barang bukti, padahal kenyataannya belum tentu demikian bisa saja kebakaran ini disebabkan  kecelakaan. untuk meredam penafsiran dg disertai asumsi asumsi yg dapat menimbulkan kebingungan dimasyarakat, pihak berwenang seyogyanya bergerak dengan cepat untuk menyelidiki peristiwa kebakaran ini

Kebakaran dapat terjadi kalau Ada tiga unsur terpenuhi yaitu bertemunya Oksigen, Bahan yang mudah terbakar Dan sumber panas, bila Salah satu unsur tidak  ada maka kebakaran tidak akan terjadi. Bertemunya ketiga unsur ini dapat terjadi secara alami,kecelakaan  ataupun kesengajaan. 

Penyelidikan kebakaran suatu tindakan untuk  menentukan lokasi API pertama kebakaran(LAPK) Dan penyebab kebakaran, berdasarkan tingkat kerusakann dan menganalisa barang yang Ada di LAPK. Pembakaran dapat diketahui dari indikator indikator  yang ditemukan contoh dida patkan lebih dari satu LAPK yang tidak saling berhubungan, Bahan bakar, trailer dll. Yang tidak kalah pentingnya adalah tingkat kerusakan jika terlalu parah mempersulit penyelidikan, maka time respon PMK juga berpengaruh terhadap penyelidikan .Dengan demikian untuk mengetahui kebakaran atau pembakaran penyelidikan kepolisian diarahkanmemperdalam indikator indikator pembakaran tersebut, kedepannya respon tanggap dari PMK juga ditingkatkan .

VIDEO PILIHAN