Mohon tunggu...
Lugas Rumpakaadi
Lugas Rumpakaadi Mohon Tunggu... Jurnalis - WotaSepur

Wartawan di Jawa Pos Radar Banyuwangi yang suka mengamati isu perkeretaapian.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Perjalanan Kereta Api Bersejarah di Hari Kemerdekaan

18 Agustus 2022   09:36 Diperbarui: 18 Agustus 2022   20:16 764
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Memperingati Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, Kereta Api Indonesia (KAI) dan Komunitas Indonesian Railway for Preservation Society (IRPS) menghadirkan armada kereta api bersejarah.

Lokomotif listrik ESS3201 dan 2 kereta Djoko Kendil dioperasikan pada 17 Agustus 2022 kemarin dari Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Tanjung Priok.

Direktur Utama (Dirut) KAI Didiek Hartantyo menjelaskan bahwa kegiatan operasional kereta api bersejarah tersebut adalah sebagai penyemangat tentang Indonesia Merdeka.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai bukti nyata bahwa KAI turut melestarikan warisan sejarah berupa sarana rolling stock.

Ketua IRPS Ricky Dirjo menyebutkan bahwa lokomotif ESS3201 (Bon-Bon) dan kereta Djoko Kendil merupakan warisan sejarah yang masih bisa dilihat oleh masyarakat.

Ia berharap, perjalanan lokomotif dan kereta bersejarah ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang, misalnya saat ulang tahun KAI, lokomotif dan kereta dapat dijalankan hingga ke Bogor.

Sejarah Singkat Lokomotif Seri ESS3200

Lokomotif ESS3200 series adalah lokomotif listrik yang pernah beroperasi di Indonesia pada tahun 1925 hingga pertengahan era 1970-an.

Pabrikan Werkspoor N.V. Belanda yang memproduksi lokomotif seri ini sebanyak 6 unit dan didatangkan pada tahun 1925 sebanyak 2 unit dan 1927 sebanyak 4 unit.

Pada awalnya, Elektrische Staatsspoorwegen (ESS) mengoperasikan lokomotif ini di lintas Stasiun Tanjung Priok hingga Stasiun Meester Cornelis (sekarang Jatinegara).

Saat itu, elektrifikasi jalur rel di Hindia Belanda memang telah dilakukan di lintas tersebut mulai tahun 1923 dengan listrik aliran atas (LAA) bertegangan 1500 V DC.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun