Mohon tunggu...
LPPM UIB
LPPM UIB Mohon Tunggu... VISI & MISI LPPM Menjadikan lembaga berdaya saing global yang menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis IPTEKS dan publikasi internasional, serta menghasilkan wirausahawan yang kreatif dan inovatif yang membawa dampak dalam pembangunan industri dan masyarakat khususnya di kepulauan Riau.Dan mengembangkan penelitian dasar dan terapan berbasis ipteks yang bersifat analitis, aplikatif, inovatif dan terkini, Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat humanis, berdaya guna dan berkelanjutan. Mendorong output hasil penelitian dan pengabdian masyarakat berorientasi publikasi internasional. Meningkatkan kerjasama nasional dan internasional dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Meningkatkan kualitas kewirausahan yang berdaya saing global. Meningkatkan standrt mutu manajemen dan layanan lembaga dibidang penelitian.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mahasiswa Program Studi Arsitektur UIB Sukses Membuat Karya Seni Batik yang Berjudul Bakau Madani

26 Maret 2020   16:44 Diperbarui: 26 Maret 2020   17:59 20 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa Program Studi Arsitektur UIB Sukses Membuat Karya Seni Batik yang Berjudul Bakau Madani
Desain Batik Bakau Madani | dokpri

Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Internasional Batam (Sentra KI UIB) adalah salah satu divisi yang berada dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam (LPPM UIB). 

Pembentukan Sentra KI UIB merupakan salah satu upaya universitas dalam membantu dan mempermudah sivitas akademika di lingkungan universitas dalam hal terkait pendaftaran serta pengelolaan karya intelektual yang dihasilkan, di mana hal tersebut merupakan salah satu fungsi dari institusi perguruan tinggi itu sendiri, khususnya pada hal yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dalam rangka Perlindungan Ciptaan di Bidang Ilmu Pengetahuan, Seni dan Sastra. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Bpk. Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., ACCS mengesahkan karya seni batik dengan judul Bakau Madani yang didesain oleh Mahasiswa Angkatan 2019 Program Studi Arsitektur Universitas Internasional Batam (UIB) atas nama Billy Shevriyanto, Al Ridho Wahyudi, Indah Yunita dan Rickie Cung yang mempunyai jangka waktu pelindungan selama 50 Tahun sejak ciptaan tersebut pertama kali dilakukan pengumuman.

Seperti diketahui bahwa batik sudah melekat sebagai bagian dari budaya Indonesia dan merupakan kerajinan yang mempunyai nilai seni yang tinggi. Awalnya batik dibuat di atas bahan warna putih yang terbuat dari kapas yang dikenal dengan nama kain mori. Seirirng berkembangnya waktu, batik juga dapat dibuat di atas bermacam-macam bahan seperti bahan rayon, sutera, poliester, serta bahan sintetis lainnya. 

Motif batik umumnya dibentuk dengan cairan lilin menggunakan alat yang disebut canting untuk menghasilkan motif yang halus, atau menggunakan kuas untuk motif yang berukuran besar agar cairan lilin dapat meresap ke dalam serat kain tersebut. 

Untuk kain yang telah selesai dilukis dengan lilin, dilanjutkan dengan pencelupan pada warna yang diinginkan, Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Pada proses pembuatan karya seni batik bakau madani ini Billy Shevriyanto dan rekan-rekan menggunakan teknik batik cap dengan kain yang dihias pada tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap, yang umunya terbuat dari bahan tembaga. 

Sedangkan untuk proses pembuatan desain karya seni batik bakau madani ini membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan terhitung dari kegiatan survey, sampai fisihing. Bersatu maka akan menciptakan Batam yang lebih indah merupakan konsep dari batik bakau madani ini. 

Akar yang terus menyambung dan berkaitan melambangkan persatuan yang diharapkan terjadi antara masyarakat golongan atas (dilambangkan dengan titik hitam di atas akar) dengan masyarakat golongan bawah (dilambangkan dengan titik hitam dibawah akar) akan menciptakan Batam yang lebih indah (dilambangkan dengan bunga bakau yang mekar). 

Titik hitam yang berjumlah 7 melambangkan keuntungan dan keberuntungan, sedangkan pola putih yang berada diatas bunga berjumlah 5 melambangkan agama yang ada di batam, diletakkan diatas bunga bakau yang berarti perbedaan agama yang ada dibatam membuat batam menjadi lebih indah.

Berikut foto Billy Shevriyanto, Indah Yunita, Al Ridho Wahyudi, dan Rickie Cung yang berhasil membuat desain karya seni batik Bakau Madani | dok. istimewa
Berikut foto Billy Shevriyanto, Indah Yunita, Al Ridho Wahyudi, dan Rickie Cung yang berhasil membuat desain karya seni batik Bakau Madani | dok. istimewa

VIDEO PILIHAN