Mohon tunggu...
Dhea Cecillia
Dhea Cecillia Mohon Tunggu... Mahasiswa

be good, do good and good will come to you.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Pandangan Pakar Mengenai Faktor Kemungkinan Tenggelamnya KRI Nanggala

28 April 2021   13:29 Diperbarui: 28 April 2021   20:35 61 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pandangan Pakar Mengenai Faktor Kemungkinan Tenggelamnya KRI Nanggala
FOTO ARSIP - ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa (ANTARA/SYAIFUL ARIF)

Beberapa faktor yang menyebabkan tenggelamnya kapal ini di kedalaman 838 meter saat latihan penembakan senjata di perairan utara Bali yaitu lebih ke faktor alam bukan  human error,  Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margonose yakin tidak ada kelalaian manusia atau human error, karena saat proses kapal menyelam sudah mengikuti semua prosedur yang ada. Prosedur tesebut yaitu saat menyelam ada laporan penyelaman. 

Dari awal  telah disampaikan, kapal ini  bukan human error. Karena saat proses menyelam sudah sesuai prosedur yang benar mulai laporan penyelaman dan terdengar dari penjejak kemarin itu. Kemudian, ia yakin tidak black out dikarenakan saat menyelam diketahui lampu masih menyala semuanya.  Meski demikian, untuk memastikan hal tersebut, pihaknya perlu mengangkat badan kapal terlebih dahulu. Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal yang diawaki 53 kru ini.

Selanjutnya, faktor lain yaitu diakibatkan oleh kondisi kapal  selam yang kemampuannya sudah  mulai berkurang. Saat ini, kemampuan kapal selam itu tidak dapat lebih dari 200 meter. Menurut Pakar Kelautan ITS Surabaya, Wisnu Wardhana mengatakan kapal ini awalnya tahun 1980 itu didesain maksimum ketenggelamannya di kedalaman 300 meter, sekarang dengan pertambahan usia 40 tahun itu, diperkirakan kemampuan kapal selam Nanggala ini tidak lebih dalam melebihi 200 meter sehingga telah berkurang kemampuannya. Hal ini dilansir dari Tribunnews.com.

 Sedangkan, tekanan KRI Nanggala sebanyak 80 bar. Tekanan hidrostatik air  hanya 20 bar, karena setiap 10 meter kenaikan tekanan yaitu 1 bar. Menurut wisnu, lambung bagian alam kapal yang biasa disebut pressure hal akan pecah atau hancur  jika ditekan melebihi kemampuan itu tersebut.

 Faktor penyebab lainnya yang dilansir dari Harian KompasTV yaitu, diakibatkan karena sudah melewati batas maksimum kedalaman 700-850 meter. Dengan tekanan bawah air yang sangat besar di kedalaman 700-850 meter akan menyebabkan retak dan pecahnya lambung baja kapal.

 Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, keretakan besar pada KRI Nanggala-402 ini yang berpotensi menyebabkan air masuk ke dalam badan kapal. Seperti yang kita ketahui, semakin dalam laut, semakin besar pula tekanannya. Keretakan air masuk kemungkinan ada (penyebabnya) tapi ada kemungkinan juga ada bagian kabin yang air tidak bisa masuk. 

Namun, Yudo mengatakan  masih ada kemungkinan air yang masuk tidak dapat sampai ke bagian dalam kabin. Sebab, bagian dalam kapal selam ini sendiri terdiri dari kompartemen yang disekat atau ditutup dengan pintu putar kedap.


Jadi kesimpulan beberapa faktor kemungkinan penyebab tenggelamnya secara inti yaitu:
1. Faktor Alam
2. Faktor kondisi kapal yang sudah tua, yang menyebabkan berkurangnya kemampuan kapal tersebut.
3. Faktor Kapal yang telah melewati batas maksimum kedalaman hingga 800 meter.
 
Sumber:
https://regional.kompas.com/read/2021/04/25/183932878/tni-yakin-penyebab-kri-nanggala-402-tenggelam-karena-faktor-alam-bukan?page=all
https://www.kompas.tv/article/168229/mengapa-kri-nanggala-402-tenggelam-pecah-jadi-3-bagian
https://www.tribunnews.com/nasional/2021/04/26/kata-pakar-terkait-kemungkinan-retakan-besar-di-kri-nanggala-402-membuat-air-masuk-ke-dalam-kapal?page=3
 
 


Dhea Cecillia 

VIDEO PILIHAN