Mohon tunggu...
Ely Yuliana
Ely Yuliana Mohon Tunggu...

Kunjungi blog bacaan anak di Belanda yang dimodifikasi ulang https://www.dhiayasmeen.blogspot.nl

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Dampak Pindah Ibu Kota yang Jauh

10 Mei 2019   17:02 Diperbarui: 10 Mei 2019   17:16 0 3 3 Mohon Tunggu...

Wacana pindah ibukota akhir-akhir ini sedang santer dibicarakan. Rencana presiden pindah lokasi ibukota yang berada jauh dari Jakarta  yakni kalimantan, membuat saya agak khawatir dibuatnya

Kemaren saya sempat berdiskusi tentang berita ini bersama suami, tentang rencana presiden yang akan memindahkan ibukota negara ke Kalimantan.

Menurut suami yang berasal dari negara yang juga memindahkan ibukotanya yakni Pakistan, suami mengatakan bila kepindahan ibukota ke Kalimantan bukan tak mungkin Indonesia akan mengalami penurunan aktivitas bisnis yang besar

Mengingat di negara asal suami yakni Pakistan, Juga mengalami hal yang sama ketika ibukota negara pindah dari Karachi ke Islamabad. Masalahnya pemindahan ibukota negara dari Karachit ke Islamabad menempuh jarak yang tidak dekat dan tidak sebentar untuk dilakukan oleh para pebisnis.  Karena pusat perekonomian atau bisnis-bisnis besar masih berada di Karachi, mau tidak mau dalam memproses segala perizinan para pebisnis harus terbang ke Islamabad yang jaraknya berjam-jam  lamanya ditempuh dengan peswat terbang

Masih menurut suami, akibatnya perekonomian di Pakistan hingga saat ini meranggas kurang berkembang karena banyak pebisnis yang ogah atau menyerah karena terkendala jauhnya mengurus perizinan untuk bisnis mereka.

Bila saja rencana kepindahan ibukota di Indonesia masih di lingkungan Jawa atau Bali, jaraknya masih bisa ditempuh dalam waktu dua atau tiga jam dengan menggunakan pesawat.  Hal itu mumudahkan para pebisnis karena tidak akan merasakan adanya kendala besar bagi usaha mereka untuk mengurus perizinan.  Tapi bila pindahnya ke Kalimantan yang jaraknya memakan waktu lebih lama, dikhawatirnya para pebisnis akan berpikir ulang bila harus membuka atau mempertahankan bisnis mereka di Indonesia.

Mengaca kepada negara-negara yang sukses pindah ibukota, itu karena ibukota baru mereka tidak terlalu jauh jaraknya dari pusat bisnis mereka seperti Malaysian yang memindahkan ibukotanya tidak terlalu jauh dari pusat bisnis yakni Kuala Lumpur.

Dengan perbandingan di atas semoga wacana Indonesia memindahkan ibukota  ke Kalimantan dikaji ulang oleh Bapak presiden. Meski niaatnya sangat mulia untuk pemerataan kesenjangan juga kesejahteraan bangsa, tapi saya khaawatir akan berdampak buruk terhadap perekonomian Indonesia.

Tentu kita tidak berharap Indonesia ditinggalkan oleh investor asing atau para pebisnis, yang memilih hijrah ke negara yang lebih mudah dan praktis dalam mengurus perizinan untuk usaha mereka.

Semoga bermamfaat 

Salam