Mohon tunggu...
Tri Lokon
Tri Lokon Mohon Tunggu... Human Resources - Karyawan Swasta

Suka fotografi, traveling, sastra, kuliner, dan menulis wisata di samping giat di yayasan pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Berlibur di Pantai Abadi dan Tanjung Silar Boltim

6 April 2019   20:05 Diperbarui: 7 April 2019   11:32 850
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pantai Abadi (Dokpri)
Pantai Abadi (Dokpri)
Teriknya matahari siang itu menerpa kepala saya hingga panasnya terasa. Tetapi itu, tidak menjadi halangan karena setelah disambut dengan laut dan pantai berpasir putih, hamparan tebing bebatuan, dengan air laut yang jernih, membuat hati ini bersyukur atas alam ciptaan Tuhan. 

Perahu berlabuh di Pantai Abadi, Kecamatan Nuangan. Kami semua turun langsung disambut oleh hamparan pasir putih yang lembutnya seperti bedak. Kami tidak hanya bermain di pantai berpasir putih, namun tebing bebatuan di pinggir pantai menarik langkah kaki kami untuk menuju ke bebantuan itu.  

Di atas tebing (Dokpri)
Di atas tebing (Dokpri)

"Ayo foto di sini. Berdiri di atas tebing ini, dengan view belakang air laut. Wouw banget lho" ucap Kiki ngotot untuk selfie. Tak urung, saya pun ikut-ikutan foto di lokasi itu. Keindahan pantai di lokasi ini kerap dipakai untuk pre-weeding. Tak hanya itu, spot keindahan alam bawah laut di sekitar pantai Abadi ini, bagaikan surga bagi pecinta diving. 

Kami berjumpa rombongan emak-emak berkaos orange sedang foto bareng di lokasi yang ada tulisan pantai Abadi. Setelah setengah jam menikmati indahnya pantai Abadi, kami melanjutkan ke Pantai Patokan  dan Tanjung Silar yang lokasinya berdekatan dengan pantai Abadi. 

Pantai Patokan dan Tanjung Silar 

Tanjung Silar (Dokpri)
Tanjung Silar (Dokpri)

Perahu kayu bermesin 10 PK, berlabuh di Pantai Tanjung Silar, Jiko Port, Kecamatan Motongkad. Hanya 5 menit berlayar dari Pantai Abadi. 

"Karcis masuk menuju Tanjung Silar, ditarik Rp. 2.000,- per orang. Silahkan bapak mencatat di buku tamu ini mewakili rombongan" ucap seorang ibu sambil menjaja aneka macam minuman baik  dan ada yang dingin disimpan di boks. "Harga rata-rata minuman kemasan Rp. 7.000,- Kecuali air kemasan, harganya Rp. 5.000,-" lanjut si Ibu.  

Bebatuan ini mempercantik pantai (Dokpri)
Bebatuan ini mempercantik pantai (Dokpri)
Untuk menuju ke Tanjung Silar, kami harus mendaki melalui jalan setapak berundak-undak semen. Panjang jalan setapak itu tak kurang dari 300 meter. Tanjung Silar ini menarik perhatian wisatawan untuk dikunjungi karena ada teluk kecil yang diimpit tembing kapur setinggi 20 meter. 

Ini untuk pertama kali saya menginjakkan kaki di Tanjung Silar. "Tanjung Silar ini viral lho di media sosial. Banyak wisatawan menganggap teluk Tanjung Silar ini, mirip dengan pantai Navagio di Yunani yang dijadikan tempat shooting film drama Korea, Descendants of the Sun" jelas Stenly sambil memegang kamera memotret keindahan teluk ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun