Tri Lokon
Tri Lokon Human Resources

Suka fotografi, traveling, sastra, kuliner, dan menulis wisata di samping giat di yayasan pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Berlibur di Pantai Abadi dan Tanjung Silar Boltim

6 April 2019   20:05 Diperbarui: 7 April 2019   11:32 429 10 0
Berlibur di Pantai Abadi dan Tanjung Silar Boltim
Teluk Tanjung Silar (Dokpri)

Muncul dari pos jaga, seorang anak muda memberhentikan mobil kami. Ah, dia pasti meminta uang retribusi masuk ke lokasi wisata pantai Desa Jiko, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. 

"Mau pergi ke mana pak?" tanya pemuda tadi. "Mau ketemu Pak Janis" jawab Stenly dari balik kemudi. Tak jauh dari pos jaga itu, Pak Janis keluar rumahnya melambaikan tangan dan menyambut kami. Lalu, kami parkir di pinggir jalan persis depan rumahnya. 

Nadir menurunkan dari bak mobil dua karung berisi sayuran hijau sebagai buah tangan dari kami. Kiki ikut membantu Nadir. Buah tangan berupa sayuran hijau itu, kemudian kami serahkan kepada Pak Janis. 

Begitu menerima buah tangan dari kami, senyum mengembang di wajah Pak Janis. Karung sayuran lainnya akan kami serahkan ke Pak Sangadi (Hukum Tua) Desa Jiko, tempat kami menitipkan mobil. 

Titik berangkat di Pangkalan 2 (Dokpri)
Titik berangkat di Pangkalan 2 (Dokpri)
Silahturahmi sayuran ini kami gagas karena di kawasan pantai Jiko, tanahnya tidak bersahabat untuk ditumbuhi sayuran seperti kubis (cabbage), brokoli (broccoli), sawi/pakcoy (mustard), daun bawang (spring onion), kembang kol (cauliflower). Berbeda dengan tanah tempat kami, di bawah kaki Gunung Lokon Tomohon, sayuran tumbuh dengan subur. 

Semenjak viral di medsos, kawasan pantai di sekitar desa JikoKabupaten Boltim yang jaraknya 144 km dari Manado menjadi destinasi wisata yang diburu oleh wisatawan dari berbagai daerah. Tak masalah meski jarak tempuhnya dengan kendaraan pribadi, sekitar 4 jam lamanya. 

Rabu (3/4/2019), pukul lima pagi, saya sudah siap berangkat. Saya menunggu teman-teman kantor berkumpul. Mesin dua mobil sudah dihidupkan dan siap berangkat. Akhirnya, teman-teman kantor masuk ke mobil. Udara sejuk di kaki Gunung Lokon, mengantar perjalanan wisata kami untuk mengisi hari libur. 

Naik Perahu Pakai Baju Pelampung (Dokpri)
Naik Perahu Pakai Baju Pelampung (Dokpri)
"Berangkat lewat Langowan, terus Ratatotok, Belang dan nanti pulangnya lewat Modoinding, Tumpaan, Amurang, Timbukar, lalu Tomohon" jelas Stenly menyebut rute perjalanan kami hari ini. 

Dua mobil secara beriringan bergerak menuju Bolaang Mongondow Timur. Secara umum, jalan yang kami lalui sudah mulus sehingga nyaman selama di perjalanan. Paling kami berhenti sejenak untuk ke toilet.  

Perjalanan yang melelahkan itu, terbayar sudah ketika kami menaiki perahu dari pangkalan 2. Berlajar dari pantai Jiko, perahu yang diisi 12 penumpang, bertolak ke Pantai Abadi. Hanya sekitar 15 menit kami sudah berlabuh di pantai Abadi. Semua penumpang perahu memakai baju pelampung demi keselamatan. 

Pantai Abadi 

Pantai Abadi (Dokpri)
Pantai Abadi (Dokpri)
Teriknya matahari siang itu menerpa kepala saya hingga panasnya terasa. Tetapi itu, tidak menjadi halangan karena setelah disambut dengan laut dan pantai berpasir putih, hamparan tebing bebatuan, dengan air laut yang jernih, membuat hati ini bersyukur atas alam ciptaan Tuhan. 

Perahu berlabuh di Pantai Abadi, Kecamatan Nuangan. Kami semua turun langsung disambut oleh hamparan pasir putih yang lembutnya seperti bedak. Kami tidak hanya bermain di pantai berpasir putih, namun tebing bebatuan di pinggir pantai menarik langkah kaki kami untuk menuju ke bebantuan itu.  

Di atas tebing (Dokpri)
Di atas tebing (Dokpri)

"Ayo foto di sini. Berdiri di atas tebing ini, dengan view belakang air laut. Wouw banget lho" ucap Kiki ngotot untuk selfie. Tak urung, saya pun ikut-ikutan foto di lokasi itu. Keindahan pantai di lokasi ini kerap dipakai untuk pre-weedingTak hanya itu, spot keindahan alam bawah laut di sekitar pantai Abadi ini, bagaikan surga bagi pecinta diving. 

Kami berjumpa rombongan emak-emak berkaos orange sedang foto bareng di lokasi yang ada tulisan pantai Abadi. Setelah setengah jam menikmati indahnya pantai Abadi, kami melanjutkan ke Pantai Patokan  dan Tanjung Silar yang lokasinya berdekatan dengan pantai Abadi. 

Pantai Patokan dan Tanjung Silar 

Tanjung Silar (Dokpri)
Tanjung Silar (Dokpri)

Perahu kayu bermesin 10 PK, berlabuh di Pantai Tanjung Silar, Jiko Port, Kecamatan MotongkadHanya 5 menit berlayar dari Pantai Abadi. 

"Karcis masuk menuju Tanjung Silar, ditarik Rp. 2.000,- per orang. Silahkan bapak mencatat di buku tamu ini mewakili rombongan" ucap seorang ibu sambil menjaja aneka macam minuman baik  dan ada yang dingin disimpan di boks. "Harga rata-rata minuman kemasan Rp. 7.000,- Kecuali air kemasan, harganya Rp. 5.000,-" lanjut si Ibu.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2