Mohon tunggu...
Jema Sembiring
Jema Sembiring Mohon Tunggu... I have a dream....

Penikmat sepi dan secangkir kopi tapi bukan anak indie.. Hehe

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

"Rumah-rumah Dingin" di Keluarga Batak

4 November 2019   16:41 Diperbarui: 4 November 2019   16:42 0 0 0 Mohon Tunggu...
"Rumah-rumah Dingin" di Keluarga Batak
Sumber: gobatak.com

 "Andai saja aku lahir di keluarga itu..." entah benar atau tidak, sebagian remaja pernah memikirkanya dan entah iya tau tidak sebagian remaja juga pernah menyesal telah dilahirkan ke dunia. Ini perkiraan saja. Seandainya benar, yakinlah satu-satunya alasan penyesalan itu karena dia tidak bahagia. Mungkin ia lebih bahagia berada di dalam perut ibunda yang hangat dibanding rumah barunya. Lagipula  tidak tahu kenapa cerita dinginnya sebuah rumah banyak terdengar dari anak keluarga batak. Inilah sedikit cerita dariku dan beberapa anak batak yang kutemui. Meski tidak semua, tetapi anak-anak yang terlahir dari keluarga batak biasanya memiliki beberapa pengalaman yang sama yaitu "berbaring di dalam rumah yang dingin." tidak semua tapi ada.

Tokoh Ronggur yang diperankan dalam oleh Vino Ge Bastian dalam film Toba Dream's menggambarkanya. Di akhir film ketika konflik sudah memuncak, Ronggur harus melarikan diri dari kejaran polisi, keadaan itu membuat ia kembali bertemu dengan ayahnya setelah sekian tahun Ronggur pergi meninggalkan rumah dalam keadaan marah. Ayahnya seorang pria batak dengan watak keras serta pembawaa kaku.

Pria itu memarahinya habis-habisan, puluhan kalimat ia lontarkan, kemudian Ronggur menjawab, "Sekarang Bapak lihat, ini anak Bapak yang bodoh itu. Anak bapak yang gak bisa diatur, anak bapak yang cuma rindu sama bapaknya, yang cuma kangen sama bapaknya, yang cuma pengen ngelihat bapaknya tersenyum pada anaknya"  hening di sana, sang ayah tetunduk. Kemudian keduanya berbicara dari hati ke hati, untuk pertama kalinya, Ronggur menangis di pelukan sang ayah. Tapi terlambat, karena polisi sudah menunggu di depan pintu.  Andai perbincangan itu dilakukan sejak Ronggur kecil.

Cerita itu hanya skenario, tetapi pada faktanya kebanyakan orangtua batak  tidak mengerti bagaimana cara mengekspresikan rasa sayangnya kepada anak. Bukan berarti tidak sayang, anak dalam budaya batak adalah kebanggan keluarga. Singkatnya, tanpa anak keluarga batak belum di anggap utuh. Mereka hanya sulit menunjukkannya, mungkin karena budaya atau memang belum terbiasa.

 1. Orangtua Batak Jarang Melemparkan Pujian

Pada pesta-pesta natal, kamu akan melihat mata-mata orangtua berbinar-binar menyaksikan anaknya dengan baju pesta tampil di depan gereja mengumandangkan lagu-lagu natal. Sekembalinya ke kursi sedikit sekali orang tua yang akan berkata, "kamu hebat" " atau bergurau "tanpamu penampilan tadi tidak ada apa-apanya". Bagi beberapa orang batak, pujian seperti itu justru "menggelikan". Demikian dalam kesehariannya, jarang sekali terdengar orang batak memuji anaknya seperti "Wah, kamu cantik/ganteng sekali" atau "Kamu anak yang membanggakan".  Kita memang biasa menyaksikannya di film-film barat dan bukan batak. Hehe. Padahal sebenarnya sebuah pujian sangat membesarkan hati anak, dengan pujian dari orangtua rasa percaya dirinya akan meningkat. Begitu kata psikolog.                                                                                                                                                                                                                                         

 2.  Orangtua Batak Jarang Memberi Sentuhan Fisik         

Terlalu kaku rasanya untuk menepuk pundak, mengusap kepala atau memeluk anak sebagai bentuk dukungan terutama jika ia sudah mulai remaja.  Entah mengapa orang batak selalu punya cara sendiri untuk mendukung anaknya, yaitu dengan membanggakannya di depan orang lain. Coba tanyakan pada anak batak yang sering diajak mengantar orangtuanya ke arisan atau ke pesta, bagaimana risihnya dibanggakan atau bisa dibilang "dipamerkan" di depan banyak orang. Lucu memang, tapi tidak masalah, semakin dewasa kita tidak lagi memandangnya sebagai kesalahan tapi keunikan.

3. Orangtua Batak Jarang Menyatakan Perasaan Sayang

  Tidak hanya secara sentuhan secara verbal juga butuh energi besar bagi orang batak untuk menyatakan rasa cintanya kepada anak. misalkan, "Mamak sayang sama kamu" atau "Bapak sayang sama kamu".  Ya kembali lagi, orang batak punya cara sendiri untuk menungkapkan rasa rasa sayangnya.  Tidak masalah dengan sulit menyatakan perasaan sayang, masalahnya justru ada pada bagian selanjutnya.

4. Orang Batak Jarang Menanyakan Perasaan Anaknya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN