Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Bola Itu Bundar Bukan Peang

Bola Itu Bundar Bukan Peang

Selanjutnya

Tutup

Politik

Anies Baswedan Diperhatikan atau PKS Panik?

19 Agustus 2019   18:59 Diperbarui: 20 Agustus 2019   10:20 0 0 0 Mohon Tunggu...
Anies Baswedan Diperhatikan atau PKS Panik?
sumber gambar: detik.com

Anies Baswedan diperhatikan?

Ya, Anies Baswedan diperhatikan sehubungan kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang kosong sejak ditinggal Sandiaga Uno setahun lalu.

Menurut Sandiaga Uno seharusnya mudah diselesaikan jika semua pihak menghindari kepentingan kelompok. 

Artikel sebelumnya - PKS Gagal Total dan Hanya Bisa Berharap? -, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan ada satu fraksi yang tidak setuju.

Fraksi apa? Tak ada nama disebutnya, tapi kembali Anies Baswedan diperhatikan, karena ada pihak yang peduli kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang kosong segera terisi.

Masalah siapa pendamping Anies ini pun telah menjadi perhatian Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang mendesak agar pembahasannya dikebut.

"Kalau PKS memahami proses, tetapi kalau ini mestinya bisa cepat selesai ketika semuanya berjiwa besar. Yang nggak boleh, legislatif ini membuat eksekutif ada dalam posisi yang tertekan. Karena Mas Anies sendiri sudah berkali-kali minta segera ditemani, gitu, berkali-kali," katanya di sini.

Anies Baswedan diperhatikan lagi. 

Ya, memang Anies telah meminta agar kursi kosong wakil gubernur segera terisi, tapi ada saja politikus nyinyir yang mengatakan justru saat ini waktu yang tepat bagi Anies Baswedan untuk membuktikan kapasitas dirinya mampu memimpin Jakarta sendiri. 

Kalau ada politikus nyinyir yang logikanya terbolak-balik seharusnya tak perlu heran. 

Ada juga politikus nyinyir yang menuding Anies sedang "playing victim". Kalau Anies gagal bisa berdalih cukup lama tidak ada pendampingnya. Politikus nyinyir itu pun mengambil satu contoh tempat kejadian dan dideskripsikan sebagai bukti kegagalan Anies secara keseluruhan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2