Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Bola Itu Bundar Bukan Peang

Bola Itu Bundar Bukan Peang

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Partai Demokrat Gabung, Inikah Alasannya?

14 Agustus 2019   10:59 Diperbarui: 15 Agustus 2019   00:37 0 0 0 Mohon Tunggu...
Partai Demokrat Gabung, Inikah Alasannya?
sumber gambar: suara.com

Partai Demokrat gabung dengan Kabinet Jokowi yang akan datang sempat menjadi isu hangat dan AHY digadang-gadangkan akan menjadi salah satu menteri. Ada yang memperkirakan AHY akan menjadi menteri pemuda dan olahraga atau bidang yang cocok dengan figur putra sulung SBY itu.

Tapi sekali lagi semua itu dengan catatan jika Partai Demokrat gabung dengan parpol pendukung Jokowi dalam kabinet periode kedua nanti, tapi belakangan ini isu tadi semakin redup atau seakan-akan Partai Demokrat bukan lagi "parpol seksi" yang perlu diajak bergabung.

Kongres PDIP ke V di Bali beberapa hari lalu dan adanya kemesraan antara Megawati dan Prabowo di sana yang menjadi penyebabnya sehingga Partai Demokrat kini seakan terpinggirkan, dan "parpol seksi" tadi bukan lagi milik partai berlambang mercy itu, tapi sudah disandang Partai Gerindra.

Bahkan ada perkiraan yang mengatakan Prabowo akan didukung PDIP jika maju lagi sebagai capres pada Pilpres 2024, sekaligus menuntaskan "Perjanjian Batu Tulis" yang sudah tertunda selama 10 tahun. Politik nasi goreng Megawati ternyata manjur dan bisa meluluhkan hati seorang Prabowo. 

Kombinasi taktik "playing victim" dan "from zero to hero" dalam narasi penumpang gelap yang dilontarkan Sufmi Dasco pun ditengarai sebagai batu loncatan agar Partai Gerindra bisa diterima oleh parpol-parpol pendukung Jokowi dan ikut bergabung dalam pemerintahan yang akan datang.

Manuver politik dalam narasi penumpang gelap tadi jika berhasil memasukkan Partai Gerindra dalam Kabinet Jokowi yang akan datang, hal ini sekaligus memuluskan skenario Prabowo maju Pilpres 2024 dengan dukungan politik PDIP, juga menghancurkan skenario Partai Demokrat gabung dengan Kabinet Jokowi.

Diperkirakan dua parpol ini kecil kemungkinannya akan diterima sekaligus, atau salah satu ada yang tersingkir untuk mengurangi kegelisahan dan kecemburuan parpol-parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu. Berat untuk menerima dua parpol yang "tidak berkeringat", tapi mendapat jatah kursi menteri juga.

Jadi kesimpulannya batal atau tak jadi Partai Demokrat gabung? 

Menurut Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira, sudah terlambat Partai Demokrat gabung dengan koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Seharusnya ini sudah dilakukan sebelum pilpres. Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan," katanya seperti dikutip dari kompas.com.

Sekarang ini memang sudah terasa berat atau semakin kecil peluangnya, tapi seandainya batal atau tidak jadi, masih bisa Partai Demokrat gabung dengan alasan seperti ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2