Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Bola Itu Bundar Bukan Peang

Bola Itu Bundar Bukan Peang

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Ekonomi Indonesia Lesu, Perlu Cipika-Cipiki Lagi?

19 Juli 2019   11:12 Diperbarui: 27 Juli 2019   02:39 0 2 0 Mohon Tunggu...
Ekonomi Indonesia Lesu, Perlu Cipika-Cipiki Lagi?
sumber gambar: cnnindonesia.com

Ekonomi Indonesia lesu, dan diperkirakan masih akan berlanjut. 

Apakah ada sebagian pihak yang merasa khawatir setelah tahu ekonomi Indonesia lesu, kemudian pikirannya melayang dan bertanya, apa yang akan terjadi esok?

Wajar saja jika ada sebagian pihak yang merasa seperti itu, apalagi diperkirakan masih akan berlanjut. 

Perkiraan ekonomi Indonesia lesu dan masih akan berlanjut tadi tanda-tandanya antara lain seperti ini:

  • Ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sebesar 5,1 % pada semester pertama 2019, turun dibanding tahun lalu pada periode sama sebesar 5,17 %, berdasarkan perkiraan Kemenkeu.
  • Ekspor Indonesia turun 8,57 % sepanjang Januari-Juni 2019 dibanding periode yang sama tahun lalu.
  • Pertumbuhan sektor investasi terengah-engah. Pada kuartal I hanya tumbuh 5,3 %. Tahun lalu dengan periode yang sama pertumbuhannya bisa mencapai 11,8 % secara tahunan.
  • Pada semester I 2019 sektor pajak realisasinya 38,24 % dari target APBN 2019, dan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya mencatat pertumbuhan 3,7 %.

Sumber berita.

Lalu apa yang mesti dilakukan agar ekonomi Indonesia lesu ini tidak berlanjut? Menurut Ekonom UI Fithra Faisal Hastiadi ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pemerintah, yaitu:

Pertama, biaya logistik ditekan, contohnya harga tiket pesawat yang mahal. 

Kedua, tingkatkan kekuatan konsumsi, investasi, dan perdagangan internasional yang bisa menarik investor jangka panjang.

Ketiga, Kabinet Jokowi yang akan datang diisi menteri-menteri yang tepat terutama yang berkait erat dengan perekonomian.

Keempat, memperkuat kerja sama kewilayahan yang terbukti membantu pada saat krisis 2008, sekaligus mengantisipasi prediksi yang mengatakan akan terjadi krisis atau resesi pada 2020.

Seperti itulah langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah mengatasi ekonomi Indonesia lesu tadi, tapi ada yang menarik dari pernyataan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x