Mohon tunggu...
Liyapwkuniversitasjember
Liyapwkuniversitasjember Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Serba-Serbi Dampak Pembangunan Perumahan

5 Oktober 2022   13:09 Diperbarui: 5 Oktober 2022   14:18 133 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Birokrasi. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Perkembangan pesat suatu kota akan memicu kepadatan suatu daerah. Hal ini dikarenakan beragamnya kebutuhan masyarakat setempat dan adanya upaya yang dilakukan untuk memberi kemudahan dalam memenuhi kebutuhan. Pertumbuhan penduduk yang semakin besar di beberapa kota di Indonesia mengakibatkan berkembangnya kawasan komersial, hal ini terjadi akibat perkembangan aktivitas dan proses industri yang berjalan di wilayah tersebut.

Berkembangnya suatu kota pasti akan di ikuti dengan pertambahan jumlah penduduk. Dalam kehidupan perkotaan kepadatan penduduk dan ketersediaan lahan mempunyai hubungan yang tak terpisahkan. Pertambahan penduduk yang terus meningkat tiap tahunnya mengakibatkan lahan di perkotaan semakin sulit, terbatas dan mahal. Permasalahan lain yang sering muncul adalah masalah perumahan dan permukiman. Pemukiman merupakan cara untuk memukimkan penduduk dengan memanfaatkan ruang dan menciptakan bentuk dan struktur suatu kota yang berbeda dengan kota lainnya karena. Perkembangan permukiman akan berbeda karena tergantung pada karakteristik kehidupan musyarakat, potensi sumber daya yang tersedia, kondisi fisik wilayah serta fasilitas yang ada, terutama berkaitan dengan infrastruktur.

Kemajuan dan perkembangan suatu kota tentunya tidak lepas dari beberapa aspek pembentuk kota, yaitu sosial budaya, ekonomi, pemukiman, kependudukan, sarana dan prasarana serta transportasi. Peningkatan jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap peningkatan kegiatan sosial-ekonomi yang tidak lain dan tidak bukan juga akan mengakibatkan peningkatan sistem pelayanan dan prasarana yang ada.

Selain kepadatan penduduk, kurangnya perhatian pemerintah dalam alokasi lahan dan tata ruang wilayah juga dapat mempengaruhi masalah perumahan. Hal tersebut terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara alokasi lahan dan tata ruang wilayah dengan tujuan pembangunan, serta kondisi ekologis wilayah yang bersangkutan. Ketidaksesuaian dua aspek ini mengakibatkan masalah perumahan di kota semakin rumit.

Permasalahan perumahan dan permukiman di kota besar harusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah, pasalnya hal ini menyangkut kependudukan yang semakin meningkat. Saat ini banyak penduduk yang memilih tinggal di perumahan karena hal tersebut memudahkan mereka, khususnya untuk hal pekerjaan. Rumah yang minimalis dan angsuran yang mudah membuat mereka memutuskan untuk tinggal di perumahan saja. Dengan banyaknya penduduk yang beralih ke perumahan mengakibatkan permintaan pasar akan perumahan meningkat dan hal tersebut membuka kesempatan untuk para developer dan pemerintah membuka lahan untuk dipergunakan sebagai komplek perumahan.

Dalam setiap Kegiatan tentunya terdapat dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan, sama halnya dengan pembangunan perumahan ini. Banyak yang diuntungkan dengan adanya pembangunan tersebut, namun di sisi lain juga banyak yang dirugikan dengan adanya pembangunan tersebut. Dampak positif yang ditimbulkan antara lain adalah tersedianya lapangan pekerjaan untuk menyelesaikan proses pembangunan, menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga dapat mengakibatkan tersedianya fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Sedangkan dampat negatif yang ditimbulkan adalah hilangnya harta milik masyarakat yang melakukan transaksi jual beli tanah, berkurangnya lahan kosong, berkurangnya sumber daya, cepat rusaknya fasilitas masyarakat, redistribusi penduduk dan pencemaran yang ditimbulkan penduduk yang menempati perumahan, misal limbah rumah tangga.

Banyak daerah perkotaan yang mengalami masalah ini, kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah yang merasakan permasalahan perumahan. Kabupaten Jember mempunyai wilayah seluas 3.293,34 Km dan diberkahi tanah yang subur, serta dikelilingi pegunungan dari barat hinggu timur. Dengan luas wilayah tersebut, jika dihitung maka kepadatan penduduk Kabupaten Jember 770,26 jiwa per km2 dan terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Jember padat akan penduduk. Salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan penduduk di Jember cenderung meningkat adalah karena adanya urbanisasi penduduk luar Jember yang menetap di Jember. Jember merupakan kota pendidikan dan hal tersebut merupakan salah satu penyebab urbanisasi penduduk ke Jember. Kecenderungan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat ini dapat mengakibatkan kurangnya kebutuhan tempat tinggal untuk para penduduk.

Kurangnya kebutuhan akan tempat tinggal, mendorong para pengusaha perumahan dan pemerintah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Kedua pihak berusaha memenuhi permintaan pasar akan perumahan. Dengan banyaknya kebutuhan perumahan, salah satu wilayah kelurahan Tegal Besar Lingkungan Karanganyar sangat berpotensi untuk dijadikan lokasi pemukiman karena lokasinya yang strategis, yaitu dekatnya dengan pusat kota Jember. Di kelurahan tersebut sudah banyak perumahan dan permukiman yang bermunculan. Salah satu lokasi yang mengalami perkembangan sangat pesat adalah pembangunan perumahan di daerah Kelurahan tegal besar, tercatat kurang dari 2 tahun sudah terdapat 11 komplek perumahan yang dibangun di atas tanah kelurahan tersebut, perumahan-perumahan yang dibangun di antaranya adalah New Tegal besar Cluster, Graha Citra Mas, Taman Anggrek Regency, Bumi Tegal Besar, Queen Gardenia, Tegal Besar Permai I, Istana Tegal Besar, Tegal Besar Permai II, Royal City, dan Indah Tegal Besar.

Sebelum banyak dibangun area komplek perumahan di Kelurahan Tegal Besar Lingkungan Karanganyar, sebagian besar lahannya digunakan untuk sawah. Pada awalnya, hanya ada 1 perumahan yang berdiri, namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya permintaan akan perumahan saat ini sudah terdapat 10 perumahan yang berdiri di kawasan yang sama. Yang menarik perhatian masyarakat mengenai Perumahan di Kelurahan Tegal Besar Lingkungan Karanganyar adalah karena aksesbilitasnya yang baik dan mudah untuk mencapai beberapa sudut kota.

Selain aksesibilitas yang baik, di dekat area perumahan tersebut terdapat stadion kebanggaan warga jember, yaitu Stadion JSG "Jember Sport Garden". Daerah tersebut juga menjadi jalur utama menuju stadion JSG Karena dekat dengan pusat kota. Ketika diadakan suatu pertandingan maupun festival yang dilaksanakan di stadion tersebut maka disekitar kawasan perumahan tersebut terkena imbasnya, seperti kemacetan dan kepadatan disekitar perumahan.

Perkembangan perumahan juga membuat sektor perdagangan dan jasa yang ada disekitarnya menjadi tumbuh pesat. Hal tersebut berdampak positif terhadap sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Banyak peluang yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian Dan mengurangi pengangguran. Karena lokasinya yang terdapat didaerah permukiman, maka akan sangat mudah untuk membuka usaha-usaha yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari hari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan