Mohon tunggu...
Siti Awaliya Yuniarti
Siti Awaliya Yuniarti Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penyuluh Agama Islam

Menyukai kuliner

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Apa Kado Terbaik bagi Anak?

26 September 2022   13:30 Diperbarui: 26 September 2022   13:34 60 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Kado merupakan pemberian yang biasa diberikan pada momentum spesial. Orang tua secara umum akan senang jika bisa memberi yang terbaik untuk anaknya. 

Hal  yang menjadi pertanyaan adalah lebih baik memberi yang menyenangkan anak atau yang terbaik untuk anak. Terkadang kita terjebak pada pola hedonis yang ingin membahagiakan anak dengan harta benda.

Sesuatu yang menyenangkan belum tentu berefek baik bagi anak. Sebagai contoh anak umur 10 tahun menginginkan sepeda motor. Jika diberikan pastinya dia merasa senang sekali, tapi apakah itu baik baginya? Bayangkan anak umur 10 tahun berkendara motor di jalanan tanpa perlengkapan surat ijin mengemudi, juga dalam kondisi jiwa yang belum matang. 

Jika berhadapan dengan pengendara lain biasanya emosi belum terkendali, sehingga cenderung seenaknya sendiri. Akibatnya dia akan main kebut-kebutan yang tidak hanya membahayakan nyawanya sendiri bahkan orang lain. Jadi bisa dibilang itu berbahaya untuk anak.

Rasululloh Muhammad SAW memberi rambu-rambu tentang pemberian yang baik untuk anak dari orang tua dalam hadis sebagai berikut:

“ Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama daripada (Pendidikan) tata krama yang baik” (HR At Tirmidzi & Al Hakim)

“ Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama” (HR Ibnu Majah)

Ternyata kado terbaik untuk anak ialah memberi pendidikan budi pekerti atau tata krama. Mengapa demikian? Sebab dengan pendidikan akhlak yang baik, anak akan menjadi sosok beradab. Sedang adab itu mendahului ilmu. 

Seorang yang berilmu tapi tidak punya budi pekerti akan menjadi sosok yang bisa merusak dunia dan biasanya akan dijauhi manusia lain. Sedangkan akhlak baik pada diri seseorang akan menjadikannya pribadi yang menyenangkan dan membuat damai.

Oleh karena itu, marilah para orang tua jangan lelah mendidik dan melatih anak-anak dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik. Jangan lupa untuk memberi teladan juga. Semoga dengan pemberian terbaik ini akan lahir generasi-generasi berperadaban. Aamiin.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan