Mohon tunggu...
Olivia Marveline
Olivia Marveline Mohon Tunggu... Editor - Female, Young

IGOT7 Forever! GOT7 JJAI

Selanjutnya

Tutup

Film

18+? Anarkis dan Vulgar Film "Gangnam Blues" (2015)

16 September 2022   23:29 Diperbarui: 16 September 2022   23:33 3293
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Film di Indonesia memiliki batasan dalam menayangkan sebuah film, baik itu dari dalam maupun dari luar negeri. Pembatasan tersebut disebut sebagai 'sensor' dan juga diberlakukan untuk media lainnya, seperti konten televisi; media sosial; dan sebagainya. Penyensoran dibuat oleh LSF (Lembaga Sensor Film) Indonesia dan penyensoran dibuat berdasarkan empat elemen yang menjadi kunci isi materi sensor, yakni sisi keagamaan; ideologi dan politik; sosial budaya masyarakat; dan ketertiban umum (Astuti, 2022, h. 51).

Penyensoran film di Indonesia diatur oleh UU No. 14 Tahun 2019 baik itu untuk film pendek maupun film layar lebar. Pembatasan akan penyensoran pada film dibutuhkan untuk melindungi dan mempermudah para penonton untuk menikmati tontonan mereka. Akan tetapi, terdapat film-film yang berhasil lolos sensor di Indonesia untuk ditayangkan di layar lebar meskipun memiliki adegan yang cukup 'eksplisit' dan merupakan film yang masih layak untuk diedarkan di bioskop maupun media massa lainnya, salah satunya adalah film Gangnam Blues (2015).

Gangnam Blues


Gangnam Blues (2015) merupakan film yang berasal dari Korea Selatan dan dimainkan oleh Lee Min-ho. Film tersebut memiliki genre laga (action) dirilis di Korea Selatan dan juga secara global. Alur yang dimiliki dari film mafia kelas kakap ini adalah menceritakan bagaimana kedua pria dewasa muda bergabung ke dalam kelompok mafia kelas kakap yang pada saat itu menguasai daerah Gangnam, Seoul dan melakukan tindakan anarkis. (Korean Film Biz Zone)

Motif tersembunyi yang dimiliki oleh kedua pria dewasa muda tersebut yang membuat mereka untuk bergabung ke dalam kelompok mafia kelas kakap tersebut, yakni membeli sebuah lahan dan menginginkan uang. Pada akhirnya, kedua pria dewasa muda tersebut mendapatkan yang mereka inginkan tetapi dengan akibat harus membunuh lawan kelompok mafia lainnya.

Film yang dikemas dengan latar Gangnam, Seoul di tahun 1970 membuat para penonton ikut menikmati dan mengetahui bagaimana situasi Gangnam, Seoul di tahun tersebut. Gaya vintage yang dimiliki di tahun tersebut dan juga perpolitikan di Korea Selatan yang tidak sebaik saat ini juga ditunjukkan dalam film tersebut.

Penyensoran Film 'Gangnam Blues' di Indonesia


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun