Livia Halim
Livia Halim pelajar/mahasiswa

Surrealism Fiction | Nominator Kompasiana Awards 2016 Kategori Best in Fiction | Faculty of Law, Parahyangan Catholic University | Personal blog: livilivilivilivilivi.blogspot.com | e-mail: surrealiv@gmail.com | LINE loonylivi | IG livilivilivilivilivi | Buku-buku antologi: "Katakan Cinta" (https://goo.gl/tpi2Nd), "Ada Sepotong Bulan Tenggelam di Dasar Cangkir Kopi Hitam" (https://goo.gl/toqMVF), "Tentang Laki-Laki, Gema, dan Early Grey" (https://goo.gl/DS789x)

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Yayoi Kusama dan Semesta Polkadot

11 Juni 2018   10:10 Diperbarui: 12 Juni 2018   07:59 2660 7 4
Yayoi Kusama dan Semesta Polkadot
Dots Obsession | dokpri

Review: Pameran "Life is The Heart of A Rainbow" di Museum MACAN

Hai, Kompasianer!

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) yang terletak di AKR Tower, Jakarta.

Pameran seni yang saat ini sedang berlangsung di sana bertajuk "Life is The Heart of A Rainbow" karya Yayoi Kusama, seorang seniman kontemporer asal Negeri Sakura. Pameran beliau berlangsung pada tanggal 12 Mei hingga 9 September 2018. Dalam artikel ini saya akan memaparkan secara rinci seluruh karya yang dipamerkan di sini, harga tiket, cara membeli tiket,tata tertib museum, dan tentunya opini pribadi saya.

Apabila Kompasianer hanya membutuhkan informasi harga tiket, silakan langsung membaca subjudul Tiket dan Tata Tertib.

Sementara itu, apabila Kompasianer sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi pameran ini dan membutuhkan ulasan berupa pengalaman pribadi dan pendapat saya, silakan langsung membaca subjudul Opini. Namun apabila Kompasianer ingin tahu lebih detail mengenai karya-karya kontemporer Kusama dan membutuhkan informasi mengenai pameran secara keseluruhan, silakan mulai membaca dari sini. Selamat membaca!

Karya-karya Yayoi Kusama di Museum MACAN

Secara keseluruhan, ada tiga macam karya Kusama yang dipamerkan di museum ini, yaitu patung, instalasi dan lukisan. Setiap karya akan dijelaskan berdasarkan urutan peletakannya sejak entrance

Persis di luar entrance ke area pameran, saya menjumpai sebuah patung labu raksasa berjudul "Great Gigantic Pumpkin" (2013). Labu setinggi 245 cm dan berdiameter 260 cm ini didominasi warna kuning dengan motif perpaduan berbagai ukuran polkadot, namun tetap berpola. Patung labu ini berbahan fiberglass yang diperkuat dengan plastic, logam, dan patung ini dicat dengan cat urethane.

Setelah itu, ketika pertama kali masuk ke area pameran, saya menjumpai karya instalasi bertajuk "Dots Obsession" (2009). "Dots Obsession" adalah sebuah ruangan besar yang dihiasi berbagai bola raksasa kuning dengan polkadot hitam acak. 

Bola-bola raksasa dengan ukuran yang bervariasi ini dibuat dari berbagai bahan (mixed media). Dari sekian banyak bola raksasa yang dipamerkan, ada satu bola yang memiliki lubang kecil yang dapat diintip oleh pengunjung. Ini merupakan kotak intip pertama dalam pameran. 

Kotak intip khas Kusama berisi perpaduan beberapa obyek dan cermin sehingga menghasilkan pola berulang yang tak terhingga. Selain itu dalam instalasi ini, ada juga sebuah bola raksasa yang dapat dimasuki pengunjung. 

Ruangan dalam bola raksasa ini juga berisi perpaduan bola-bola kecil dan cermin, sehingga membuat saya merasa berada di dalam kotak intip raksasa ketika memasukinya. Untuk mempermudah penjelasan di sini, selanjutnya kotak intip kecil akan disebut sebagai "kotak intip" saja, dan kotak intip besar yang dapat dimasuki pengunjung akan disebut dengan "ruangan cermin".

kotak intip di Dots Obsession | dokpri
kotak intip di Dots Obsession | dokpri
Setelah melangkah meninggalkan "Dots Obsession", saya menjumpai pameran instalasi lain berjudul "Narcissus Garden" (1966/2002). Instalasi ini terdiari dari banyak bola berbahan stainless stell yang ditata sedemikian rupa di lantai. Masing-masing bola berdiameter 17 cm.

Narcissus Garden | dokpri
Narcissus Garden | dokpri
Dari situ, saya menuju ke ruangan bertajuk "Early Works". Di sini ada berbagai lukisan karya Kusama pada peride awal kehadirannya sebagai seniman. Lukisan-lukisan pada periode awal lebih memberikani impresi "kelam" dibandingkan karya-karya Kusama yang kini kita kenal. 

Lukisan-lukisan pada periode awal ini merupakan wujud pelarian Kusama dari tekanan yang ia alami di rumah karena tidak mendapatkan dukungan untuk mewujudkan mimpinya sebagai seniman.

Selain itu, seni juga merupakan cara beliau mengatasi halusinasi-halusinasi yang muncul sejak beliau kecil. Selain itu, di ruangan "Early Works" juga terdapat beberapa patung manusia bercat mencolok dan bermotif polkadot.

Early Works | dokpri
Early Works | dokpri
Beranjak dari "Early Works", saya menuju ke ruangan "Net Paintings". Di sini terdapat beberapa lukisan Kusama yang didominasi oleh obyek jaring. 

Karya-karya bermotif jaring ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Kusama, termasuk ketika beliau mengamati gelombang di Samudera Pasifik saat berada dalam penerbangan dari Jepang ke Amerika Serikat tahun 1957. Gaya lukisan pada masa ini masih tidak jauh berbeda dengan gaya lukisan Kusama pada periode awal berkarya yang ada di ruangan "Early Works".

Net Paintings | dokpri
Net Paintings | dokpri
Ruangan berikutnya adalah "Body and Performance". Ruangan ini cukup unik karena pengunjung yang boleh masuk ke sini hanya pengunjung yang telah berusia minimal 18 tahun. 

Selain itu, pengunjung juga tidak diperkenankan untuk memotret di dalam ruangan ini. Mengapa? Hal ini dikarenakan di dalam ruangan ini dipajang foto-foto pertunjukan eksperimental yang berasal dari ide brilian Kusama, dan menampilkan manusia-manusia yang tidak berbusana. Pertunjukan-pertunjukan ini ditampilkan pada tahun 1960-1970-an, dan lokasinya adalah di beberapa tempat ikonik di New York.

Dari "Body and Performance", saya menjumpai ruangan "Experiment in Japan" yang cukup colourful. Di sini ditampilkan karya-karya Kusama mulai tahun 1973 saat ia kembali ke Jepang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3