Mohon tunggu...
Livia Halim
Livia Halim Mohon Tunggu... Penulis - Surrealist

Surrealism Fiction | Nominator Kompasiana Awards 2016 Kategori Best in Fiction | surrealiv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Film-film Plot "Twist" ini Hanya Berlatar di Satu Lokasi!

28 Mei 2018   10:00 Diperbarui: 30 Mei 2018   12:12 7637
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Plot

Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Frank (Christopher Soren Kelly) yang tiba-tiba terbangun di sebuah ruangan asing. Di sana tidak ada siapa pun kecuali dirinya sendiri dan sebuah cctv dengan suara dari speaker yang menyebut dirinya sebagai LSO atau Howard.

Frank menanyakan kepada Howard mengenai alasan keberadaannya di tempat asing itu, namun Howard tidak tahu. Menurut Howard, ia hanya bertugas untuk menjaga Frank agar tetap hidup di dalam sana. Kemudian, Frank mulai melakukan aktivitasnya di dalam ruangan tersebut tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi, sambil terus berdialog dengan Howard.

Di dalam ruangan tersebut rupanya ada sebuah alat yang membuat Frank dapat "mengulangi masa lalunya" tanpa benar-benar pergi ke masa lalu. Pengalaman masa lalu yang dialami Frank lagi dan terus menerus karena alat itu, sesungguhnya hanya ada di alam bawah sadar Frank namun terasa sangat nyata. Melalui kepingan-kepingan pengalaman masa lalu itu lah Frank mencari tahu apa yang sedang terjadi dan mencari jalan keluar dari ruangan itu.


Opini

Ketika menonton film ini, saya ikut merasakan kegelisahan yang Frank rasakan. Berbeda dengan film Exam yang sebenarnya cukup manis seperti yang telah saya bahas di poin pertama, film kedua ini memang bukan film horror, tetapi alurnya mampu memberikan perasaan resah dan disturbed. Hal ini dikarenakan seiring dengan berjalannya alur, penonton digiring untuk turut menebak apakah serangkaian kejadian yang dialami Frank benar-benar dialaminya dalam dunia nyata atau hanya imajinasi yang terlalu nyata. 

Selain itu, percakapan antara Frank dan Howard juga terkadang cukup menarik untuk disimak. Biar begitu, tidak bisa dipungkiri, film bergenre sci-fi thriller ini kurang cocok jika ditonton dalam keadaan lelah dan sedih karena film ini bukan film yang alurnya membangkitkan semangat, selain itu film ini juga membutuhkan pemikiran berupa interpretasi dari masing-masing penonton.

Ending film yang disutradarai oleh Travis Milloy ini sungguh tak terduga. Hingga kini, saya masih belum bisa memastikan satu interpretasi yang pasti dari ending film ini. Setidaknya ada dua kemungkinan interpretasi dari ending film ini. Film ini bisa dibilang film paling unik dalam review kali ini, sangat cerdas, serta tentunya memiliki plot yang sangat tidak biasa.

3. Flight Plan (2005)

imdb.com
imdb.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun