Mohon tunggu...
Livia Halim
Livia Halim Mohon Tunggu... Penulis - Surrealist

Surrealism Fiction | Nominator Kompasiana Awards 2016 Kategori Best in Fiction | surrealiv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Untuk Para Penganut Fiksi yang Ingin Menjelajah Waktu

5 Mei 2017   18:58 Diperbarui: 4 Maret 2018   17:44 2006
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
source: http://cdn.images.express.co.uk

Dalam kemungkinan pertama ini, berikut ini adalah contoh plotnya:

A merupakan seorang pemuda yang sangat pandai dan menjadi profesor pada usia 20 tahun. Ia pergi ke masa lalu untuk mengajarkan dirinya sendiri yang berumur 5 tahun ilmu-ilmu penting yang membuat A menjadi pintar dan jenius hingga dapat mencapai takdirnya menjadi seorang profesor.

Karya-karya yang dapat dijadikan acuan adalah novel manis “The Time traveler’s Wife” karya Audrey Niffenegger, salah satu film kesukaan saya, yaitu Predestination (2014), serta cerita originalnya berjudul “All You Zombies” karya Robert A. Heinlein yang dapat Kompasianer baca di sini. Yang terakhir, ada film Arrival (2016), meski saya sendiri kurang merekomendasikan film ini karena di bawah ekspektasi, namun tetap kembali pada preferensi masing-masing.

deviantart.net
deviantart.net
2. Perjalanan Waktu yang Mengubah Masa Lalu namun Tidak Mengubah Akhir

Poin kedua ini maksudnya, kita melakukan pengubahan-pengubahan terhadap masa lalu kita, namun apa pun yang kita lakukan tetap berujung pada akibat yang sama. 

Misanya, A tidak sengaja memecahkan cangkir kesayangannya pada pukul 4 sore. A kembali ke pukul 3 sore dan memegang cangkirnya dengan sangat hati-hati agar tidak pecah, namun tiba-tiba kucingnya datang dan menyambar cangkir tersebut hingga pecah. Kemudian A kembali lagi, kali ini adiknya berlari-lari kencang hingga menyenggol cangkir tersebut, cangkirnya pun kembali pecah. Bisa dilihat apa pun yang diupayakan A ketika dia kembali ke masa lalu, cangkir pada akhirnya tetap pecah meski dengan penyebab yang berbeda-beda.

Karya yang dapat dijadikan acuan untuk kemungkinan kedua ini adalah cerpen “10 Detik: Sempurna” karya Ikhwanul Halim. Kemungkinan ini juga merupakan sangkaan pertama saya di tengah-tengah (menuju akhir) menonton film Triangle (2009) sebelum akhirnya ada kejutan lain dalam film tersebut.

3. Perjalanan Waktu yang Mengubah Masa Depan

Ini mungkin perjalanan waktu yang paling sulit ditebak. Kemungkinan ketiga ini sangat erat kaitannya dengan teori “butterfly effect”, di mana perubahan kecil pada suatu tempat berakibat besar pada keadaan-keadaan setelahnya. Dalam konsep perjalanan waktu, kata “tempat” di sini bisa diganti menjadi “era waktu”.

Misalnya, pada suatu pagi A sekeluarga pergi ke luar kota dan lupa mematikan kompor di rumahnya. Ketika ia kembali beberapa hari kemudian, rumahnya sudah rusak akibat terjadinya kebakaran. Lalu, A terpaksa mengeluarkan biaya banyak untuk merenovasi rumahnya, hingga ia terpaksa membatalkan keinginannya untuk membeli ponsel keluaran terbaru.

Akhirnya, A melakukan perjalanan waktu ke hari di mana ia berangkat ke luar kota, tapi kali ini ia tak lupa mematikan kompornya. Maka rumahnya baik-baik saja dan A bisa membeli ponsel keluaran terbaru. Namun, ternyata ada kesalahan produksi sehingga ponsel A meledak dan menewaskan kucing peliharannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun